in

Puluhan miliar untuk penanaman pohon, hutan di Bima tetap gundul

Kondisi hutan gundul di pegunungan daerah Bima, NTB.

Kicknews.today – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengaku dengan seringnya banjir melanda daerah, terutama yang terakhir di Kabupaten Bima, bahwa sangat penting menjaga kelesrtarian lingkungan, terutama menjaga hutan agar tetap hijau dan asri.

“Banyak yang memberikan pendapat agar kita segera menghijaukan hutan-hutan kita yang gundul akibat alih fungsi dan adanya pembalakan liar,” ujar Gubernur NTB dalam catatan ringannya melalui akun fbnya Bang Zul Zulkieflimansyah, Minggu (11/4) malam, ketika menelusuri jalan dengan hutan-hutan tak lagi hijau dan asri.

“Saya kira, menghijaukan hutan dan menanam kembali pohon- pohon tak akan banyak artinya kalau kesadaran  kita semua untuk menjaga, memelihara dan merawat hutan itu kecil,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sejak banjir di Kota Bima tahun 2016 lalu, BNPB untuk Kota dan Kabupaten Bima saja telah mengeluarkan tidak kurang Rp 57 milyar untuk pembibitan dan penanaman Pohon. Bahkan telah menanam sejak tahun 2017 lebih dari 2 jutaan pohon.

“Ya, lebih dari 2 juta pohon untuk Bima saja”, tulisnya.

Tapi walaupun biaya yang dikeluarkan sudah demikian besar dan pohon yg ditanam sudah demikian banyak, hutan-hutan ternyata tetap gundul. Hal ini disebabkan karena pembalakan liar tetap terjadi, dan bibit- bibit pohon yang telah banyak ditanam tersebut mati dan hangus terbakar, ketika terjadi pembersihan lahan untuk ditanami jagung.

“Jadi kalau kita ingin hutan kita kembali hijau, persoalannya bukan semata pada menanam pohon. Karena kita ternyata sudah banyak memanam, tapi juga pada kesadaran kita untuk menjaga dan memelihara apa yang sudah kita tanam itu,” terangnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat mulai dari kelompok lingkungan yang terkecil, dari dusun dan desa-desa, kesadaran peduli lingkungan harus dimunculkan kembali. Menjaga dan melestarikan lingkungan dan hutan bukan hanya kewajiban tetapi sudah harus menjadi kebutuhan bersama. (rif)

Editor: Annisa

Laporkan Konten