in

Kasus Covid tertinggi di NTB, Wawali Mataram: persatuan kunci keberhasilan

Wakil Walikota Mataram saat Apel Kebangsaan dalam rangka sinergitas TNI-Polri (28/4/2021).

kicknews.today – Wakil Wali (Wawali) Kota Mataram, TGH Mujiburrahman menegaskan masih tingginya kasus virus corona di Kota Mataram.

Saat memimpin Apel Kebangsaan dalam rangka sinergitas TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah, di Lapangan Sangkareang, Rabu (28/4), Mujiburahman mengaku bahwa semua jajaran Pemkot Mataram masih menghadapi dampak pandemi Covid-19.

“Mengingat situasi pandemi Covid-19 masih terus harus dihadapi saat ini. Kita butuh kerjasama yang kuat untuk bisa mengatasinya,” kata Wawali.

Sebagaimana disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, sinergitas dan soliditas TNI-Polri menjadi kunci keberhasilan penanggulangan Covid-19. 

Karena, dari data Satgas Penanganan Pandemi Covid-19 Provinsi NTB, Kota Mataram masih menjadi wilayah kasus tertinggi di NTB dengan 3.370 kasus.

“Untuk itu, kondusifitas juga diperlukan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional tahun 2021. Juga, sinergitas dan soliditas itu penting menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah pandemi Covid-19,’’ ungkap Mujib. 

Ditegaskan, Pemkot akan berkomitmen membangun sinergitas dan solidaritas TNI-Polri untuk menekan angka sebaran Covid-19 di Mataram.

“Ini penting, agar masyarakat betul-betul merasakan keberadaan TNI-Polri di lapangan dalam rangka memberikan rasa aman dan memelihara Kamtibmas. Situasi ini akan berdampak positif pada iklim pertumbuhan ekonomi juga,’’ terangnya. 

Dirinya mengaku, pemerintah berharap TNI-Polri senantiasa dapat menyatukan pola sikap dan pola tindak. Termasuk strategi mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan angka sebaran Covid-19.

“Insyaallah bersama-sama kita bisa melewati segala halangan dan tantangan,” harap Mujib.

Untuk diketahui, hingga Rabu (28/4), angka kasus kematian akibat Covid-19 di Mataram capai 155 pasien. Selain itu, angka presentase kematian akibat Covid-19 di Mataram masih di atas angka kematian nasional 2,4 persen. (vik)

Editor: Annisa

Laporkan Konten