in

Berantas Rentenir, 763 peternak di Lombok Timur serap dana bantuan Pemkab

Puluhan peternak peserta program TPAKD Lotim Berkembang mengikuti pembekalan di Desa Pringgasela Timur, Lombok Timur, NTB, Jumat (4/12/2020).

kicknews.today – Sebanyak 763 peternak sudah menyerap dana program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit tanpa Bunga atau Lotim Berkembang yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk menurunkan angka kemiskinan melalui pengadaan peternakan sapi.

“Posisi pada akhir November 2020, sudah 763 debitur (peternak) yang mengakses program tersebut sejak diluncurkan pada September 2020,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Farid Faletehan, pada acara peningkatan kapasitas peternak sapi peserta program TPKAD Lotim Berkembang di Desa Pringgasela Timur, Lombok Timur, Jumat.

Lotim Berkembang merupakan program yang dibentuk oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lombok Timur untuk membantu para peternak melalui dana kredit usaha rakyat (KUR) tanpa bunga, karena bunga kredit ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Farid mengatakan masing-masing peternak memperoleh KUR maksimal sebesar Rp15 juta untuk membeli sapi. Pokok pinjaman dikembalikan setelah satu tahun masa pemeliharaan, sedangkan bunga kredit dibayar ke pihak perbankan oleh pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggandeng dua bank badan usaha milik negara (BUMN), yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Ia menambahkan dana subsidi bunga KUR yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada 2020 sebesar Rp5 miliar untuk mensubsidi bunga KUR bagi 5.555 peternak yang mengakses program Lotim Berkembang.

“Program tersebut sangat menarik bagi peternak di Kabupaten Lombok Timur. Selain mendapatkan dana subsidi bunga KUR, sapi yang dibeli peternak juga sudah diasuransikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut dia, dalam menjalankan program Lotim Berkembang, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sangat konsisten melakukan pengawalan agar dana subsidi KUR benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi para peternak.

Model pengawalan dilakukan mulai dari proses pendaftaran calon peternak peserta program. Peternak disyaratkan harus berkelompok untuk memudahkan pengawasan.

Setelah syarat terpenuhi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur memberikan rekomendasi agar bank mitra menyetujui permohonan pengajuan KUR yang bunganya disubsidi pemerintah daerah.

Kemudian, kata Farid, sapi yang sudah dibeli didokumentasikan, dan diawasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja selama masa pemeliharaan hingga penjualan.

“Realisasi program Lotim Berkembang sangat bagus karena baru dua bulan diluncurkan. Mudahan bisa mencapai 1.000 peternak yang mengakses program tersebut. Tapi saya optimistis hingga akhir tahun tercapai karena informasinya sudah ada antrian sebanyak 500 orang peternak yang sedang diproses oleh bank,” katanya. (ant)

What do you think?

Chief Everything Officer

Written by Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Terjaring OTT, sejumlah pejabat Kemensos jalani pemeriksaan

China berhasil pasang matahari buatan generasi terbaru