in

Beban utang miliaran, DPRD Lombok Utara Sidak ke RSUD

Anggota DPRD sidak ke RSUD Lombok Utara (26/4/2021).

kicknews.today – Sejumlah anggota DPRD Lombok Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada Senin (26/4). Sidak tersebut selain memastikan pelayanan di sana, juga untuk mengkonfirmasi sejumlah persoalan yang saat ini tengah merebak. Kedatangan anggota DPRD disambut baik oleh pihak rumah sakit.

Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara Artadi mengungkapkan, banyak persoalan yang terjadi belakangan diketahui jika rumah sakit kekurangan obat-obatan, belum lagi mengenai hutang yang nilainya cukup tinggi. Pihaknya di DPR kerap menerima keluhan dari internal RSUD sendiri. Maka itu, kedatangan gabungan komisi di DPR ini untuk mengkroscek secara langsung duduk perkara, sehingga mampu menelaah persoalan.

“Setelah kami turun ternyata benar hanya obat-obat tertentu yang tersedia, kendalanya karena RSUD belum membayarkan klaim KLU Sehat,” ungkapnya.

Disebutkan, adanya program KLU Sehat justru terkesan membebani rumah sakit. Betapa tidak, diketahui Dinas Kesehatan belum membayarkan klaim KLU Sehat kepada Rumah Sakit selama 2 tahun yang nominalnya mencapai Rp9 miliar. Dengan demikian, tak ubahnya utang tersebut membuat keuangan RSUD jadi tidak stabil. 

“Ini yang akan kita panggil Dikes, apa kendalanya sehingga angka Rp9 miliar untuk KLU Sehat belum dibayarkan,” katanya.

Politisi Gerindra itu mengaku, melihat kondisi keuangan di RSUD ini tentu jadi perhatian bersama. Pasalnya, adanya kendala keuangan ini mau tidak mau, suka tidak suka, akan berimbas pada pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Belum lagi sebagai OPD yang notabene menghasilkan PAD Rumah Sakit, disebutnya tidak boleh sampai merugi terlebih terlilit hutang seperti ini. Pun demikian, pihaknya menilai ke depan Program KLU Sehat akan dievaluasi.

“Kita tidak ingin memberikan pelayanan yang tidak baik pada masyarakat hanya gara-gara beban utang,” tegasnya.

“Daripada kita bebankan daerah, sebaiknya program KLU Sehat kita evaluasi. Karena selama ini, itu dianggarkan melalui bansos,” imbuhnya.  

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Lombok Utara dr. Samsul Hidayat, mengakui bahwa rumah sakit dalam keadaan kesulitan. Belum dapat pembayaran klaim KLU Sehat jelas jadi faktor utama. Kemudian pendapatan dari BPJS dan pasien umum itulah yang dimanfaatkan untuk operasional, termasuk pembelian obat saat ini.Namun demikian, terkait obat dan operasional, pihaknya menggunakan dana jaspel karyawan guna menalangi terlebih dulu.

“Setiap bulan kita berikan surat penagihan, jawabannya selalu tidak ada anggaran. Dari keterangan Dikes, mereka prioritaskan RS Sanglah dan RSUP untuk klaim KLU Sehat. Kita harap Eksekutif dan Legislatif bisa bertemu supaya Rumah Sakit ini bisa kembali sehat,” tandasnya. (iko)

Editor: Annisa

Laporkan Konten