in

Atasi Pungli, Dishub Mataram targetkan semua ritel modern terapkan bayar parkir non tunai

kicknews.today – Dinas Perhubungan Kota Mataram menargetkan, pembayaran parkir untuk semua ritel modern seperti Alfamaret, Indomaret, Lotte Mart dan ritel modern lainnya di Mataram, menggunakan mode non tunai. Hal itu untuk mengurangi angka pungli di kalangan Juru Parkir (Jukir) di Kota Mataram.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M Saleh mengatakan, pembayaran parkir non tunai baru dilakukan di tiga titik setelah sosialisasi minggu lalu. Tiga titik itu baru diberlakukan di Cafe Upnormal, Rumah Makan Bundo Sati dan Rumah Makan Bakso Sum-Sum.

Selain itu, model pembayaran parkir non tunai ini jelas Saleh, warga Mataram bisa membayar melalui beragam aplikasi. Baik melalui E-money, Shopee Pay, OVO, Dana, Gopay, dan Telkomsel Money atau Link Aja. “Bisa bayar di mana saja. Jadi warga harus punya saldo di salah satu aplikasi itu,” kata Saleh, Selasa (20/10).

Dalam dua minggu ke depan kata dia, pihaknya akan melihat sejauh mana uang Jukir yang masuk ke Kas daerah. Karena, dari hasil evaluasi itu, pihaknya akan memperluas mode pembayaran parkir non tunai tersebut. “Kita lihat dulu bagaimana uang itu masuk ke kas daerah. Baru kita akan evaluasi dan coba perluas,” katanya.

Ia pun menargetkan, pada bulan pertama, semua ritel modern di Mataram bisa menerapkan mode pembayaran parkir non tunai. Sebabnya, itu akan mengurangi angka pungli yang kerap dilakukan para Jukir di Mataram.

“Mungkin saja kita sasar ke semua toko modern. Sejauh ini kan yang masuk uangnya masih sangat sedikit. Karena ada kendala dari sisi aplikasi di OVO dan Shopee Pay. Karena di sana ada batasan prosesi transaksi, pengaplikasiannya juga kurang maksimal,” katanya.

Untuk itu, pemberlakuan pembayaran parkir non tunai ini kata Saleh disinyalir bisa menekan kebocoran PAD retribusi parkir di Mataram. Karena, acapkali, Jukir yang bertugas di Mataram memungut biaya parkir melebihi dari Perda Kota Mataram.

“Biasanya mereka disodorkan uang Rp2.000 oleh pemilik kendaraan, Jukirnya enggan mengembalikan kembaliannya (uang). Ini kan salah. Warga juga kadang malu meminta kembalian ke Jukir. Nah hal inilah yang akan kita coba perbaiki,” jelas Saleh.

Ia pun berharap, penerapan mode pembayaran parkir non tunai di Mataram bisa menekan angka pungli di kalangan Jukir di Mataram. Sebab, selama ini PAD dari Retribusi parkir tidak pernah capai terget. Untuk masyakat Mataram juga, diminta selalu mengawasi semua jukir yang bertugas di Mataram.

“Awasi bersama. Kita juga tahu kan kelebihan pembayaran non tunai ini. Tidak bisa diakali lagi,” katanya. Untuk penggajian Jukir, Pemkot Mataram tetap memberikan 70 persen dari nominal retribusi parkir. “Yang masuk ke Kas daerah hanya 30 persen. Kita juga akan gaji Jukir perdua minggu sekali,” pungkas Saleh.(Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad viqi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Komisi VI DPR RI kritik kesiapan event MotoGP Mandalika Lombok

Curi HP, residivis asal Lombok Barat diringkus aparat melalui IMEI