in

9 Desa di Kabupaten Bima zona merah Stunting

Kicknews.today- Tim yang dipimpin Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Bappeda Provinsi NTB Huailid S Sos MSi menilai Kinerja Aksi Konvergensi Penanganan Stunting Terintegrasi tahun 2020. Kegiatan penilaian tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Bima, Rabu (14/10).

Bupati Bima yang diwakili Pelaksana Tugas Kepala Bappeda, Drs H Muzakir MSc mengungkapkan, keterpaduan lintas sektor menjadi kunci agar angka stunting saat ini 24,41 persen dapat lebih diturunkan secara signifikan.

Bappeda sebagai institusi yang mengkoordinasi aksi penuntasan stunting dengan mendorong komitmen dan peningkatan peran Pemerintah daerah dalam mencegah dan menurunkan angka stunting.

“Stunting melekat pada kemiskinan. Karena selama masih ada kemiskinan maka stunting masih akan tetap ada,” terangnya.

Pada pertemuan tersebut, delapan anggota tim penilai mendengarkan dan review terhadap pemaparan tim konvergensi stunting Kabupaten Bima.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Bima, Raani Wahyuni ST MT MSc dan anggota tim memaparkan beberapa aksi konvergensi stunting di Kabupaten Bima.

Menurutnya, setelah dilakukan analisa dan evaluasi dengan perangkat daerah. Terkait, lokus desa stunting mengalami penambahan dari 20 desa pada tahun 2020 menjadi 30 pada tahun 2021.

“Ada penambahan desa kedepannya, dengan 9 desa yang berstatus merah dan menjadi fokus penanganan,” ujarnya.

Raani juga mengungkapkan, dalam upaya percepatan penanganan stunting, sejumlah intervensi telah dilakukan. Diantaranya peningkatan cakupan ibu hamil yang mendapat Pemberian Makanan Tambahan (PMT), cakupan balita kurus yang mendapatkannya.

Intervensi lainnya lanjut Raani adalah peningkatan cakupan remaja putri mendapatkan suntik TTD, layanan ibu nifas, keluarga yang mengikuti Bina Keluarga Balita (BKB), rumah tangga yang menggunakan sumber air minum layak, rumah tangga yang menjadi peserta JKN/ kartu Indonesia sehat (KIS) dan cakupan desa yang menerapkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Dia berharap tahun ini Kabupaten Bima mendapatkan prestasi yang lebih baik dari sebelumnya dalam aksi konvergensi penanganan stunting dan masalah kesehatan lainnya.

“Semoga tahun ini kita dapat prestasi yang lebih baik,” pungkasnya. (rif)

What do you think?

Member

Written by syarif bima

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Program 1.000 Desa Sapi di NTB Segera Terwujud

Satpas Polres Lombok Timur Layani SIM D bagi Disabilitas