Pemda Lombok Utara siapkan Islamic Center sebagai pusat aktivitas keagamaan

Islamic Center Masjid Agung Baiturrahim, Tanjung, KLU. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menegaskan arah pengembangan Islamic Center sebagai pusat utama seluruh kegiatan keagamaan pemerintah daerah sekaligus ruang bersama bagi organisasi-organisasi keislaman. Penetapan fungsi tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran daerah lebih terarah dan tidak tumpang tindih.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengatakan bahwa penetapan Islamic Center bukan sekadar pemberian nama, melainkan bagian dari perencanaan pembangunan jangka panjang yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah daerah berkomitmen mengalokasikan anggaran secara bertahap setiap tahun agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan.

Lombok Immersive Edupark

“Supaya kita tidak salah dalam menggunakan anggaran. Kita anggarkan setiap tahun sesuai kemampuan daerah, dan insyaallah kegiatan-kegiatan keagamaan besar dari pemerintah akan kita pusatkan di Islamic Center,” ujar Najmul, Senin (19/01/2026).

Dia menjelaskan, Islamic Center saat ini telah resmi diluncurkan bersamaan dengan pembangunan dan perubahan fisik yang dilakukan pada tahun ini. Ke depan, kawasan tersebut masih akan terus dikembangkan, termasuk rencana perluasan lahan untuk menunjang fungsi yang lebih luas sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan pemerintah daerah adalah relokasi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), dimulai dari Dinas Kesehatan. Menurut Najmul, kantor Dinas Kesehatan saat ini sudah tidak lagi memadai akibat keterbatasan ruang dan bertambahnya bidang pelayanan.

“Kalau Dinas Kesehatan nanti sudah dibangun di luar, maka tempat ini akan kita jadikan operasional Islamic Center secara penuh,” jelasnya.

Selain sebagai pusat kegiatan pemerintah, Islamic Center juga dirancang menjadi pusat sekretariat organisasi-organisasi keagamaan. Ke depan, sejumlah ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan (NW), NWDI, dan organisasi lainnya direncanakan dapat berkantor dalam satu kawasan.

Terkait relokasi OPD lainnya, Bupati Najmul menegaskan proses tersebut tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah daerah akan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing dinas, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang saat ini dinilai masih membutuhkan penataan ulang karena menggunakan bangunan lama.

Mengenai target penyelesaian pembangunan, Najmul menegaskan pemerintah daerah tidak ingin memaksakan diri. Namun demikian, ia berharap seluruh rencana besar pengembangan Islamic Center dapat dituntaskan dalam masa kepemimpinannya.

“Kami tidak mau berlari-lari. Pokoknya sesuai kemampuan daerah, tapi kami ikhtiarkan di masa perkhidmatan kami ini bisa selesai,” tutupnya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI