in

Walau dibatasi, pendaki di Gunung Rinjani membeludak pasca lebaran

Para pendaki mancing di Danau Segara anak Rinjani

kicknews.today – Jumlah pendaki di Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (MDPL) pasca libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah membeludak.

Padahal, pendakian di Gunung Rinjani dibatasi kuotanya di tengah pandemi Covid-19.

Pantuan kicknews.today melalui jalur pendakian di Sambik Elen Kecamatan Bayan Kebupaten Lombok Utara, jumlah pendaki yang melintas pada Sabtu (15/5) kemarin capai ratusan pendaki.

Padahal jalur Pendakian Sambik Elen belum diresmikan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

“Kami membuka pendakian karena banyak pendaki yang memang datang. Jadi pendaki kita catat identitas dan membayar biaya distribusi ke TNGR seperti biasa,” kata salah satu pegawai TNGR di basecamp Sambik Elen.

Petugas TNGR tersebut mengaku, sehari selepas hari lebaran Idul Fitri tepat pada Jumat (14/5) puluhan pendaki diberikan dispensasi untuk mendaki gunung Rinjani.

Padahal sebelumnya, TNGR hanya membuka enam jalur pendakian seperti jalur Torean, Tete Batu, Senaru, Aik Berik, Sembalun, dan Timbanuh pata tanggal 15 Mei 2021.

Namun, membeludaknya pendaki yang melewati jalur Sambik Elen terpaksa diberikan dispensasi mendaki dengan syarat membayar distribusi Pendakian seperti jalur pada biasa.

“Sama, bayar pendakian perhari Rp 5 ribu saja. Kita juga wajibkan pendaki untuk membayar asuransi,” kata petugas TNGR yang tidak berkenan disebut namanya tersebut.

Selain itu Pantauan pendaki di Danau Segara Anak Gunung Rinjani over kapasitas capai ratusan pendaki sejak tiga hari pasca lebaran.

Padahal, pihak TNGR telah membatasi jumlah pendaki yang berangkat dari Sembalun, Senaru dan Torean masing-masing capai 75 orang perhari.

Namun, sejak Sabtu (16/5), pendaki yang mendirikan tenda di Danau Segara Anak Gunung Rinjani mencapai 500 jumlah pendaki.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BTNGR Dedy Asriady mengatakan, pihaknya tetap memberlakukan kuota pendakian di semua jalur Gunung Rinjani.

Untuk pendaki yang berangkat dari selain enam jalur resmi kata Dedy, dinyatakan ilegal.

“Jadi tetap ada batasan kuota. Dan semua pendaki wajib mendaftar melalu E-Rinjani,” katanya, Senin (16/5) melalui pesan instan.

Selain itu kata Dedy, pihaknya telah menerapkan protokol Covid-19 bagi seluruh pendaki.

Salah satu pendaki yang melintas melalui Jalur Torean inisal KL mengaku telah mendaftar secara manual di Basecamp Jalur Pendakian Torean.

Sebelumnya KL bersama 7 timnya diminta putar arah karena belum mendaftar tiketing pendakian di laman E-Rinjani secara online.

“Iya. Awalnya kita diminta balik. Tapi setelah banyak pendaki yang protes akhirnya kita dikasi daftar secara manual selama 3 hari 2 malam,” tegasnya.(Vik)

Editor: Dani

Laporkan Konten