in

Wabup Lombok Utara Ritual Mandi Safar Tolak Bala

kicknews.today – Menyandang status tersangka, tak jadi penghalang Wabup Lombok Utara, Danny Karter Febrianto untuk terus melanjutkan kinerjanya. Ia muncul di publik dalam kegiatan ritual tahunan mandi safar, Rabu (6/10) di Gili Meno.

Dalam Mandi Safar yang dipercaya sebagai ritual tolak bala itu, Wagub tampak rileks dan berbaur dengan warga, bahkan ia diceburkan warga ke laut.

Mandi safar ini dihadiri masyarakat setempat. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi, Plt Kepala Dinas Pariwisata KLU Ainal Yakin.

Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto, ditemui usai kegiatan mengungkapkan, antusias masyarakat sangat tinggi dalam penyelenggaraan kali ini.

Betapa tidak, terpuruknya daerah wisata pada tiga gili lantaran covid-19 berdampak pada ekonomi masyarakat secara langsung. Modal awal tersebut, dijadikan optimisme ditengah masyarakat dalam menghadapi pandemi.

“Kunci pemulihan ekonomi ini, bagaimana kita bisa menanggulangi penyebaran covid. Langkah dan upaya sudah kami lakukan. Setelah itu kita harapkan, bisa membuka sektor pariwisata dan memulihkan ekonomi,” ungkapnya.

Terlebih menyangkut kegiatan di KEK Mandalika, fokus saat ini bagaimana mampu menarik wisatawan di sana, sehingga daerah mendapat imbas.

Untuk itu katanya, masyarakat dan stakeholders diharapkan mampu menyiapkan diri. Dengan ritual mandi safar ini menjadi langkah pertama, untuk kembali membuka pariwisata. Sehingga ke depan, wisatawan bisa mengunjungi daerah secara nyaman dan aman.

“Semua kita harus menyiapkan diri. Memanfaatkan momen MotoGP di Mandalika untuk bangkitkan pariwisata Lombok Utara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi mengakui pihaknya mendukung ritual tahunan tersebut. Hal ini dirasa membuktikan, pada masyarakat luas jika pariwisata tiga gili sedikit demi sedikit sudah aman.

Terlebih beberapa waktu lalu Lombok Barat, melakukan kegiatan yang sama. Maka demikian daerah lain diimbau supaya bisa melakukan hal demikian.

“Kemarin di Lobar sudah, sekarang di KLU. Kita harap daerah lain juga gelar kegiatan seperti ini. Sesungguhnya ini titik balik makanya sebelum dilaksanakan Motobike, kita sudah menata baik destinasinya hingga prokes,” terangnya.

Disisi lain, Plt Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Ainal Yakin menjelaskan, kegiatan mandi safar bukan event satu-satunya yang dilaksanakan sepanjang Bulan Oktober ini.

Tetapi masih ada HK endurance challenge, merowah banggaran, menyunat, ngasuh gumi dan yang terakhir dan puncak kegiatan yaitu maulid adat bayan.

Enam kegiatan ini diselenggarakan di lokasi dan tempat berbeda sehingga bisa menarik minat wisatawan secara luas.

“Ini pertanda awal supaya bisa longgar, sepanjang Oktober ini banyak kegiatan yang kami selenggarakan salah satunya mandi safar. Memang tidak bisa langsung (membuka pariwisata) tetapi ini langkah awal,” jelasnya.

“Tentu kita gelar kegiatan kegiatan seperti ini menjadi pintu gerbang dibukanya pariwisata di Lombok Utara,” pungkasnya.(iko)

Editor: Dani

Laporkan Konten