in

UMKM dan Pelaku Wisata di Lombok Barat diminta tahan Banting selama Pandemi

diskusi Pola Kemitraan Pelaku UMKM Ekraf dengan Industri Pariwisata untuk Peningkatan Produktivitas, di Hotel Montana Premier Senggigi, Kamis (18/3/2021).

kicknews.today – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat meminta kepada seluruh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bersinergi dalam membangkitkan kembali dunia Pariwisata pasca Pandemi Covid-19.

Semua pelaku UMKM khususnya di Kabupaten Lombok Barat diminta terus mendukung dan bersinergi untuk pembangunan perekonomian dan kepariwisataan di Lombok Barat.

Kepala Bidang Bina Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Danilah mengatakan, UMKM dan dunia Pariwisata bisa menghasilkan simbiosis mutualisme.

“Kita harapkan pelaku Wisata dan UMKM bisa menghasilkan dan meningkatkan ekonomi kreatif dengan pelaku industri pariwisata dengan terus bekerjasama,” kata Danilah, pada diskusi Pola Kemitraan Pelaku UMKM Ekraf dengan Industri Pariwisata untuk Peningkatan Produktivitas, di Hotel Montana Premier Senggigi, Kamis (18/3/2021).

Sementara itu, Asisten I Seda Lobar Agus Gunawan mengatakan di masa Covid-19 ini para pelaku ekonomi kreatif dan industri pariwisata harus pandai berinovasi, adaptasi, serta kolaborasi.

“Jika sudah demikian, saya yakin perekonomian dan kepariwisataan di Lombok Barat akan maju,” kata Agus.

Selain itu, para pelaku UMKM, pelaku industri pariwisata seperti hotel dan pusat oleh-oleh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM Lobar diminta terus bersinergi.

General Manager Holiday Resort I Ketut M Jaya menyebut pola kerjasama yang ditawarkannya yaitu hotel membeli langsung kepada UMKM, atau menitipkan produk UMKM di outlet-outlet hotel harus dilakukan.

Tentunya kata Jaya, dengan syarat bahwa produk harus sesuai harga dan kualitas pasar.

Ketua BUMDes Pusuk Lestari Adrian mengaku, pihak Pemerintah harus upaya memfasilitasi UMKM dengan industri pariwisata dalam melakukan pola kerjasama.

“Kami melihat ada titik terang antara pelaku UMKM dengan industri pariwisata. Hal semacam ini mudahan bisa kita manfaatkan lebih baik lagi,” jelasnya.

Ke depan kata Adrian, para pelaku industri maupun UMKM bisa menjalin komunikasi dengan baik dengan semua kalangan.

“Sehingga UMKM bisa memenuhi kebutuhan industri pariwisata itu sendiri,” harapnya.(Vik)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten