in

Rp 3,7 Triliun untuk pemulihan Pariwisata, Geopark Rinjani dan KEK Mandalika kebagian

Menparekraf Sandiaga Uno saat berada di KEK Mandalika

kicknews.today – Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Sallahudin Uno berkunjung ke pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/5) kemarin.

Pada lawatan kedua ini, Sandiaga Uno bersama rombonganya mampir ke sejumlah tempat-tempat wisata terkenal yang ada di Lombok. Diantaranya, KEK Mandalika, Gili Trawangan, Sembalun, Desa Pringsella, dan Desa Kembang Kuning.

Setelah mendarat langkah pertamanya menuju pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Disana Sandiaga sempat melakukan telekonfrence, akan tetapi karena masalah gangguan sinyal, sehingga telekonfrence Sandiaga terputus.

“Pihak kita akan mengupayakan perbaikan jaringan telekomunikasi untuk wilayah KEK Mandalika, terlebih di sini dibangun lintasan Motto GP, sehingga bisa menarik turis mancanegara, kita ingin memasukkan jaringan 4G nantinya,” kata Sandiga Uno usai meninjau langsung KEK Mandalika.

Sandiaga Uno lalu melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Lombok Utara, melalui pelabuhan Bangsal. Sandiaga Uno berangkat menggunakan kapal kecil ke Gili Trawangan.

Di Gili Trawangan Sandiga Uno ditemani Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Ari Garmono berenang. Kendati begitu, Sandiaga tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan mengenakan masker.

Sandiaga juga sempat menggelar forum diskusi bersama pelaku usaha setempat. Dari diskusi tersebut, Sandiaga mengetahui keluhan seluruh pelaku usaha wisata, yaitu tidak adanya pemasukkan, lantara Covid.

Sandiaga pun berjanji akan membantu pelaku usaha wisata agar kembali bangkit, meski di tengah pandemi. Ia memaparkan, Kementerian Pariwisata Ekonomi Kereatif (Kemenpraf) telah menggelontorkan Dana sebanyak Rp 3,7 triliun guna pemulihan pariwisata Indonesia.

“Pihak kita telah menganggarkan Rp 3,7 triliun untuk pemulihan pariwisata di Indonesia, jadi saya minta untuk pelaku usaha wisata tidak perlu khawatir,” terang Sandiaga.

Dari Kabupaten Lombok Utara, Sandiaga Uno bertolak pergi ke Lombok Timur salah satu lokasi dalam kunjungan kerjanya di NTB. Selama di Lombok Timur beberapa spot wisata didatangnginya yaitu, Sembalun, Taman Pusuk, Pringsella, dan Desa Kembang Kuning.

Di Sembalun, Sandiaga Uno kembali mebuka diskusi. Kegiatan tersebut berlangsung di hotel Nusantara dan di hadiri oleh Gubernur NTB, Bupati Lotim, Pelaku Usaha Sembalun dan Komunitas Sembalunina serta pengelola Geopark Rinjani.

Peserta diskusi mendorong Kemenpraf agar kawasan Gunung Rinjani, khususnya Sembalun, masuk dalam Seven Wonders. Sandiaga Uno pun optimis hal itu dapat tercapai, mengingat Geopark Rinjani telah tersertifikasi di UNESCO.

Sandiaga juga tidak lupa menyoroti manajeman tata kelola air di Sembalun. Dirinya meminta Bupati Lotim Sukiman Azmy melakukan pembenahan terhadap tata kelola air.

“Kita ingin, Rinjani didatangngi pendaki mancanegara, oleh itu tata kelola air dan persampahan harus diperbaikki, mengingat event internasional Superbike Motto GP akan berlangsung nanti, sehingga tempat wisata seperti Sembalun bisa dikenal dunia,” ungkapnya.

Sandiaga memaparkan, tahun lalu pemerintah provinsi NTB mendapatkan 40 persen untuk membantu pariwisatanya. Sedangkan tahun ini Kemenpraf menyediakan Rp 3,7 Triliun, akan tetapi Sandiaga tidak menyebutkan berapa jatah pemerintah NTB

Sandiaga melanjutkan, ia percaya sembalun mampu membuka lapangan kerja, sehingga dana bantuan dari Kemenpraf meningkat di tahun ini. Sandiaga mengatakan kemungkinan tahun 2021 bisa lebih 40 persen.

Tempat terakhir yang didatangi Sandiaga Uno adalah Desa Pringsela dan Desa Kembang Kuning. Di Desa Pringsela Sandiaga Uno hanya sekedar mampir.

Sandiaga meneruskan perjalanan menuju Desa Kembang Kuning, sesampainya di sana ia takjub dengan kemandirian desa tersebut. Ia melihat, UMKM Desa, pertanian, dan budidaya sarang waletnya berjalan sangat baik.

Sandiaga Uno melaksanakan sholat jumat dan berbaur dengan masyarakat umum. Menyaksikan keindahan yang ada di pulau Lombok, dia optimis jika NTB tidak hanya dikenal secara lokal akan tetapi bisa mendunia.

“Saya sangat optimis dengan adanya Desa Kembang Kuning yang menjadi salah satu Desa Wisata dengan konsep Desa Mandiri NTB ini bisa jauh di kenal lagi kedepannya, tak hanya dalam negeri namun juga luar negeri,” tutupnya. (nur)

Editor: Dani

Laporkan Konten