in

Riset pariwisata di Lombok Barat, semangat tinggi infrastruktur lemah

kicknews.today – Pemuda Lombok Barat dimotori Ant Foundation melakukan riset independen terkait persepsi masyarakat dan pengunjung terhadap destinasi wisata di Pantai Cemare, Lembar.

Presiden Direktur Ant Foundation Hamdi, MAP mengatakan Riset ini didasari kepedulian bahwa Lombok Barat memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan selain Senggigi, dan semua pihak harus terlibat.

Setelah riset, Presiden Diektur Ant Foundation menyampaikan hasil riset bertempat di Pantai Cemare, Lembar, Kamis (12/11) sekitar pukul 19.30 wita di support oleh YOLO (Youth of Lembar Organization).

Hamdi mengatakan konsep Penthahelix membangun pariwisata membutuhkan kolaborasi semua pihak, tidak hanya pemerintah.

“Adapun hasil riset yang kami lakukan adalah partisipasi masyarakat dalam membangun pariwisata Pantai Cemare tinggi, namun yang menjadi masalah adalah lemahnya infrastruktur pendukung seperti jalan, penerang jalan, toilet, dan tempat ibadah sehingga berdasarkan hasil riset ini kami merekomendasikan pentingnya memperbaiki sarana destinasi pariwisata baik itu akses jalan maupun atraksi destinasi wisata, perlu memaksimalkan kelembagaan pariwisata, dan meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat” papar Hamdi.

Kepala dinas Pariwisata Lombok barat Ahkam M merespon “Benar, kolaborasi sangat dibutuhkan dalam mengembangkan pariwisata. Saya sangat berterima kasih sekali dengan hasil riset ini sehingga bisa kita jadikan acuan bersama.”

Kepala Bappeda Lombok barat juga turut merespon ketika diminta moderator menjelaskan bagaimana dengan bagian perencanaan apakah Pantai Cemare masuk prioritas untuk dianggarakan? “Pantai Cemare masuk dalam desa wisata Lombok Barat. Untuk desa wisata target pengembangannya akan direalisasi perbaikan sarana dan prasarana pada tahun 2021.”

Paox Iben direktur kicknews.today juga menyampaikan pendapat terkait pariwisata di Lombok barat “kebanyakan masyarakat pelaku wisata kampung memang tidak punya knowledge dan skill yg memadai. Mereka harus bersaing dengan para kakap. Terkadang pemerintah juga tidak berpihak ke mereka. Bukannya dibantu supaya maju, malah digusur Karena dianggap kumuh dan mrngganggu ketertiban. Karena itulah pentingnya jaminan perlindungan dari para pemangku kebijakan, dan penting peningkatan imunitas (ketahanan sosial) masyarakat itu sendiri.”

Penyampaian hasil riset ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Lombok Barat, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, DPMD Lombok Barat, Ketua KNPI Lombok Barat, Paox Iben, Kepala Desa Lembar Selatan, Kepala Desa Kebon Ayu, Kepala Dusun Cemare,Kepala Dusun Dasan Daye, Ketua Karang Taruna Gerbang Sasak, Pokdarwis Lembar Selatan, Ketua BPD Lembar Selatan, Direktur bank sampah lembar, Ketua BUMDES Lembar Selatan, dan Mahasiwa.

Semua peserta yang hadir sangat antusias untuk juga memberikan sumbangsih pemikiran. Moderator meminta semua peserta untuk menyampaikan pendapat, harapan, dan argmuentasi secara bergiliran. (red)

What do you think?

Premium

Written by TIM Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Bukit Anak Dara Sembalun kebakaran saat Lombok rajin diguyur hujan

Jambret di Kopang babak belur dipukul warga