in

Puluhan Pengusaha Hotel di Lombok Tengah Dapat Uang Hibah Kementerian Pariwisata

Puluhan Pengusaha Hotel menunggu penandatanganan penerimaan hibah

kicknews.today – Puluhan Hotel dan Restoran di Lombok Tengah yang terdampak Covid-19 menerima bantuan dana hibah dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Bantuan dana itu diberikan dengan harapan bisa membantu pemulihan pariwisata ditengah pandemi Covid-19.

Kepala Bidang SDM Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Tengah, Lalu Muhammad Hatta mengatakan, dari ratusan Hotel dan Restoran yang ada di Lombok Tengah tidak semua mendapatkan bantuan dana hibah tersebut. Karena banyak pengusaha belum mengantongi TDUP yang menjadi salah satu syarat mendapatkan anggaran tersebut.

“Jumlah Hotel yang mendapatkan dana hibah itu sebanyak 53 dan 14 Restoran,” ujarnya kepada wartawan saat acara penandatanganan penerimaan hibah tersebut di kantornya, Rabu (23/12).

Dikatakan, selain memiliki TDUP yang menjadi syarat dalam penerimaan dana hibah itu adalah kepatuhan dalam membayar pajak. Sehingga kalau ada pelaku usaha Hotel dan Restoran yang tidak membayar pajak, tentu tidak dapat menerima bantua tersebut.

“Syarat lainnya tergantung dari kepatuhan dalam membayar pajak dan mengurus izin lainnya,” katanya.

Jumlah Anggaran dana hibah yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata untuk pelaku Hotel dan Restoran itu awalnya Rp.5,9 Miliar. Namun, yang memenuhi syarat setelah dilakukan verifikasi dana yang direalisasikan Rp 2,9 Miliar. Sedangkan besaran dana hibah yang diterima pelaku wisata tersebut bervariasi tergantung dari besaran pajak yang telah dibayarkan.

“Besaran dana hibah yang diberikan itu bervariasi, tergantung dari jumlah pajak yang mereka bayar,” katanya.

Terpisah, Salah satu Pelaku wisata Wawan mengatakan, jumlah dana hibah yang diterimanya itu Rp 47 Juta.

“Rp 47 Juta yang saya terima,” katanya.

Sementara itu beberapa pelaku wisata lainnya terlihat kaget setelah mengetahui dana hibah yang diterimanya, karena jumlahnya tidak sesuai harapan yakni ada yang menerima Rp 200 ribu dan dibawah Rp 5 Juta.

“Saya hanya dapat 150 ribu, pajak hotel saya memang sedikit,” cerita salah satu pengusaha Hotel di Kuta. (Ade)

Editor: Dani

Laporkan Konten