in

Penutupan tempat wisata di Lombok Barat didemo, Kapolres: Ini demi kepentingan lebih luas..!

kicknews.today – Penutupan sejumlah objek wisata di Lombok Barat mendapat reaksi warga, khususnya pedagang yang bergantung dari konsumen wisatawan domestik.

Sebagaimana kejadian di Pantai Cemara Lombok Barat Sabtu (15/5). Pedagang demo lantaran pantai tersebut ditutup untuk pengunjung.

Penutupan itu tindak lanjut atas kebijakan pemerintah untuk membatasi kerumunan warga di tempat wisata, karena dikhawatirkan jadi pemicu lonjakan Covid-19.

Penutupan akan berlangsung selama libur Lebaran.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Wibowo membenarkan adanya aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah warga di pintu masuk Pantai Cemara, Lembar.

“Masyarakat yang turun berdemo merupakan masyarakat yang sering berjualan di sekitar pantai, mereka menuntut agar pantai Cemara dibuka karena penutupan itu berdampak terhadap pemasukan mereka,” ujar Bagus Wibowo saat dikonfirmasi kicknews.today, Sabtu (15/5).

Atas kejadian itu, pihak Kepolisian langsung turun tangan agar bisa meredam situasi. Kapolres mengimbau masyarakat untuk bersabar terhadap kebijakan pemerintah saat ini.

Ia menjelaskan, petugas berjaga di lapangan hanya menjalankan apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Semua kebijakan berdasarkan pertimbangan situasi pandemi Covid 19 dan harus menjadi atensi semua pihak termasuk masyarakat.

“Inti tujuannya ini untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.

Kendati demikian, perkembangan situasi dan reaksi masyarakat akan menjadi evaluasi. Termasuk dampak yang timbul di Pantai Cemara akan segera dibahas pada tataran Forkopimda Lombok Barat dipimpinan Bupati. Selain itu dapat menjadi keputusan terbaik untuk masyarakat.

Dia juga menyebutkan, penjagaan terus dilakukan hingga selesainya libur lebaran Idulfitri.

“Sampai situasi dinyatakan aman untuk masyarakat beraktifitas kembali,” tutupnya. (nur)

Editor: Dani

Laporkan Konten