in

Pelaku Wisata keluhkan mata air di Jalur Pelawangan Rinjani

Kondisi porter dan sumber mata air di pendakian RInjani (11/6/2021).

kicknews.today – Para pelaku wisata di Gunung Rinjani mengeluhkan minimnya sumber air. Pemerintah diminta turun tangan mencarikan solusi.

Sebagaimana keluhan disampaikan pelaku wisata asal Desa Sembalun Lawang terkait  sumber mata air bersih di jalur pendakian Pelawangan – Sembalun , Lombok Timur.  

Ketua Kelompok Pemuda Sadar Wisata Desa Sembalun, Royal Sembahulun, berharap masalah ini bisa dicarikan jalan keluarnya. Dikatakan Royal, pariwisata pendakian di Gunung Rinjani mulai menggeliat. Para Porter, Guide, Ojek, Pedagang, Pengusaha penginapan, juga transport mulai bisa tersenyum.  

“Saya senang mendengar cerita-cerita mereka para Porter yang mengaku bahwa ekonominya terdongkrak setelah pendakian Gunung Rinjani dibuka,” katanya Kamis (10/6).  

Namun, beberapa Porter dan Guide yang mengantar tamu pendakian melewati jalur pendakian Pelawangan Sembalun menuju Puncak Gunung Rinjani mengeluhkan minimnya sumber air bersih. 

“Semoga ada terobosan-terobosan baru dari pemerintah untuk mengakomodir masalah ini. Jangan biarkan masyarakat berjuang sendiri,” kata Royal. 

Inovasi di bidang usaha wisata harus digali dan dimunculkan agar keterlibatan masyarakat semakin luas. Apalagi kata Royal, nihilnya anggaran perbaikan sumber mata air di Pelawangan Sembalun harus diperhatikan pemerintah Provinsi NTB. 

“Memang kita belum tahu detailnya berapa jumlah porter dan guide. Rata-rata pasca gempa 2018 lalu kan mereka mengeluh kalau antar tamu dengan kondisi minimnya sumber air di atas Pelawangan Sembalun,” cetus Royal. 

Para Porter yang berasal dari Desa Sembalun yang masih aktif mengantar tamu pendakian mengeluhkan kondisi tersebut.  

“Memang intensitas mereka mendaki sangat kurang karena kebanyakan tamu lokal tidak menggunakan jasa Porter. Tapi jika mengantar tamu luar, mereka harus membawa persediaan air yang cukup banyak dari Pos 2 menuju Pelawangan Sembalun,” katanya. 

Sebab, kondisi mata air yang masih belum dibenahi di Pelawangan Sembalun menambah pekerjaan para Porter yang hampir kehilangan pekerjaan akibat gempa 2018 dan pandemi Covid-19. 

“Mereka berharap pengelola Taman Nasional dan pemerintah memberikan perhatian untuk pemulihan mata air tersebut. Porter juga siap mengerjakanya jika anggaranya ada,” kata Royal.  

Sejauh ini, belum ada tanggapan serius dari pihak terkait kondisi rusaknya sumber mata air di Pelawangan Sembalun Gunung Rinjani. 

“Di sana kan basecamp terakhir. Jadi harus ada memang sumber air bersih yang perlu dibuat atau dicari. Karena pasca gempa 4 titik sumber air tertimbun longsoran,” kata salah satu Porter asal Desa Sembalun inisial RH. 

Ia pun berharap, dengan dibukanya jalur pendakian, kondisi jalur dan sumber mata air harus lebih baik. Sebab, kata RH, tamu sudah mulai berdatangan walaupun masih jauh dari kondisi normal.  

“Pergerakan wisatawan asing masih belum mulai ramai. Orderan di porter juga masih rendah. Jadi perbaikan sumber air ini saya kira perlu diberikan kepada porter di Sembalun,” pungkasnya. (vik)

Editor: Annisa

Laporkan Konten