in

Pariwisata bangkit, Yuk ! Outbond di Desa Tete Batu

kicknews.today – Dunia pariwisata di Lombok Timur NTB, mulai bangkit kembali. Melandainya kasus covid-19, mendorong pelaku pariwisata berkreasi. Outbond untuk kalangan pekerja, kini disajikan di desa wisata Tete Batu yang indah.

Bekerja dalam jangka waktu yang cukup lama, tentunya ada rasa jenuh dan bosan. Jika hal demikian ini terjadi, pekerjaan tidak akan maksimal.

Solusinya butuh liburan dan meninggalkan pekerjaan sejenak. Namun dalam liburan, bukan hanya mencari keindahan semata. Tapi perlu adanya games atau outbound yang memiliki nilai plus selama berlibur.

Ketua DPD Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) NTB 2018-2021 Agus Haryanto mengatakan, selama di kantor dan bekerja, antara satu karyawan dengan karyawan lainnya ataupun dengan atasannya pasti pernah memiliki perselisihan.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, tentu akan mempengaruhi kinerja. Untuk meredam itu, perlu adanya satu kesempatan di luar kantor untuk berlibur dan bercengkrama. Antara atasan, maupun bawah.

“Seperti liburan bersama misalnya, ” kata Agus.

Liburan bersama ini lanjutnya, juga harus berkualitas. Tidak sekedar hura-hura , tapi memiliki nilai edukasi.

“Game yang kami berikan tentunya memiliki nilai edukasi,” kata Agus disela-sela memandu outbound untuk wisatawan di kawasan wisata Tete Batu, Lombok Timur rabu (24/11).

Sisi lain kata Agus, para fasilitator outbond atau pemandu sudah berkompeten dan sudah bersertifikat. Sebab dalam membuat outbound, harus memperhatikan keamanan dan keselamatan untuk para wisatawan.

“Untuk jadi fasilitator tidak sembarangan, kami ini sudah memiliki sertifikat,” sambungnya.

Pegiat wisata yang akrab disapa bang Agus ini mengakui, selama pandemi ini tidak ada aktifitas diluar ruangan yang bisa dilakukan. Namun berkat kerjasama yang baik dan kondisi pandemi menurun, mulai dilonggarkan.

Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI), kata Agus sebuah wadah yang menaungi beberapa lembaga pegiat kegiatan pendidikan alternatif berbasis alam bebas.

“Kami gunakan pendekatan utama metode experiential learning,” pungkasnya. (Oni)

Editor: Ina Tina

Laporkan Konten