in

Lombok ‘disalip’ Bali soal Medical Tourism

medical tourism

kicknews.todayMedical Tourism atau Wisata Medis sempat digadang-gadang akan menjadi brand baru pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat setelah sebelumnya sukses dengan brand wisata halal.

Bahkan sebelumnya Lombok sudah terlebih dahulu melaunching secara resmi NTB sebagai daerah medical tourism di gedung Graha Mandalika RSUD Provinsi NTB yang dihadiri Gubernur, Dr.H. Zulkieflimansyah didampingi Direktur RSUD NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Putri serta disaksikan pejabat dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pariwisata  serta ratusan pelaku industri jasa kesehatan dan  pariwisata lainnya, pada Sabtu (14-12-2019) lalu.

Namun upaya keseriusan ini sepertinya belum mendapat respon baik dari pemerintah pusat yang lebih condong mengembangkan Bali sebagai zona pengembangan wisata medis ini.

Diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah Indonesia saat ini memulai pengembangan wisata medis di Bali.

Erick menjelaskan pihaknya juga telah mendapatkan respons dari salah satu perusahaan Jepang yang memiliki banyak saham di banyak rumah sakit internasional di Asia Tenggara.

“Kita punya tanah di Bali, itu 49 hektare, itu kita ingin upgrade menjadi fasilitas tourism. Kemarin responsnya sangat bagus dari Mitsui, Jepang. Mitsui ini yang banyak memiliki saham di banyak rumah sakit di Asia Tenggara,” jelas Erick dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat (27/11).

Erick pun meminta investasi rumah sakit di Bali tidak menggunakan merek dari Singapura atau Malaysia.

 Ia mengaku meminta penggunaan merek sendiri dari dalam negeri, namun tetap dengan standar kelas dunia.

“Saya bilang ke Mitsui, saya tidak mau pakai merek Singapura atau merek Malaysia. Kita mau pakai merek kita, tetapi world class. Di sinilah sudah akan ada peninjauan dari mereka,” katanya.

Erick berharap pengembangan wisata medis di dalam negeri bisa mengurangi kunjungan masyarakat Indonesia ke luar negeri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Dan ini yang kita mau gali, potensi baru di Bali. Kita akan coba dan ini bisa jadi titik-titik baru health tourism (wisata medis) di beberapa tempat. Tapi kita akan coba di sini (Bali) dulu,” ujarnya.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rakornas yang sama, mengungkapkan pemerintah ingin mendorong perbaikan fasilitas kesehatan sekaligus mendorong wisata medis potensinya bisa dimanfaatkan.

Salah satu upaya dalam mendorong wisata medis, yakni dengan membuka rumah sakit internasional hingga mendatangkan tenaga medis ahli dari luar negeri.

“Kesehatan, kita perbaiki sekarang. Kita akan buka rumah sakit internasional di Bali. Saya kira Menteri BUMN sedang kerja keras. Ada mungkin Mayo Clinic, John Hopkins, atau mungkin tiga atau empat hospital yang mungkin nanti (buka) di Bali, Jakarta dan di Medan,” katanya. (red.-ant)

Editor: Redaksi

Adukan konten

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0