Viral Klepon tidak Islami, di Lombok kalau digigit bisa Muncrat

1 min


187 shares
Klepon khas Lombok. foto : net

kicknews.today – Kue Klepon sedang viral di media sosial (medsos). Pengunggahnya menyebut kue berbahan dasar tepung dan pemanis gula itu disebut tidak Islami.

Tertulis, ‘Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak islami dengan cara membeli jajanan islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami…tulis Abu Ikhwan Aziz.

Postingan di Instagram memicu berbagai  direspon, ada yang kocak, satire, sampai hujatan. Seperti yang di-repost Erwin Rabbani, ia menulis “ya Allah ya Rabbi ya Kareeem, sejak kapan makanan itu punya Agama?,” tanyanya.

Postingan yang memicu polemik ini menjadikan Klepon trending di keyword google. Banyak yang penasaran soal postingan itu, sementara yang lain, mencari tahu proses pembuatannya meski sebenarnya bukan kuliner asing.

Termasuk netizen di Lombok, penasaran sebenarnya kue ini bagaimana proses pembuatannya. Tapi terlepas dari itu, Klepon Lombok punya ciri khas. Sampai sampai tenar disebut Klepon “kecerit”. Artinya, klepon muncrat.

Dikutip dari berbagai referensi, Klepon atau yang biasa juga disebut dengan Kelepon adalah salah satu jajan tradisional khas Nusantara yang termasuk kedalam kategori  kue basah.  Klepon juga dikategorikan kedalam salah satu jajanan pasar seperti Gethuk, Gethuk Lindri, Cenil dan sebagainya.

Di Lombok, jajan ini juga termasuk sebagai jajan tradisional khas  dan disebut  dengan nama Klepon “kecerit”.  Dinamakan dengan tambahan Kecerit, karena jajan Klepon khas Lombok ketika digigit akan muncrat cairan gula  dari dalamnya.

Pembuatan Klepon Kecerit pada umumnya sama saja dengan pembuatan Klepon yang ada di Jawa atau daerah lainnya. Hal yang membedakannya, hanya pada bentuknya saja.  Klepon yang ada di Jawa berbentuk bulat seperti bola-bola kecil, sedangkan Klepon Kecerit bentuknya memanjang dan meruncing pada bagian atasnya.

Sebagai salah satu jajanan pasar, Klepon Kecerit sangat mudah kita termukan dijual orang di pasar-pasar tradisional. Salah satunya  di kota tua Ampenan, bisa ditemukan di Pasar Kebon Roek  atau  Pasar Muhajirin. (red)

 


Like it? Share with your friends!

187 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend