in

Kawasan “Tampah Hills” Desa Mekar Sari Lombok Tengah Mulai Dibangun

Kolam Renang di Villa Kawasan Tampah Hills


kicknews.today- PT Lombok Invets Developmen (LIAD) telah mulai melakukan pengembangan destinasi wisata di kawasan Tampah Hill Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Villa yang akan dibangun di kawasan seluas 100 Hektare itu sekitar 140 Villas dengan fasilitas lengkap termasuk kolam renang.

Pemilik Tampah Hills, Jakob Johansson mengatakan, pihaknya saat ini telah mengembangkan kawasan tersebut, dimana sekitar 50 persen untuk pembangunan Villas dan 50 persen untuk kawasan green atau hijau serta fasilitas olahraga. Hal itu dilakukan untuk mengembalikan fungsi hutan di wilayah selatan Lombok Tengah.

“Baru dua villa yang telah di Bangun dan 5 dalam tahap konstruksi serta 25 dalam tahap perencanaan desain,” ujarnya Jakob kepada wartawan saat meninjau lokasi pembangunan Villas tersebut.

Dikatakan, dirinya datang ke Lombok pada Tahun 2010 lalu dan telah membangun villa di Dusun Gerupuk Desa Sengkol dan di Desa Kuta Lombok Tengah. Potensi yang ada di Lombok ini sangat indah dan luar biasa, sehingga dirinya punya mimpi untuk membangun Lombok dalam jangka panjang.

“Mimpi itu jadi kenyataan dengan telah dibangunnya villa di Gerupuk dan Tampah Hills ini,” ujar pria kelahiran Swedia.

“Saya ingin bagikan mimpi itu untuk masyarakat dunia dan masyarakat lokal khususnya,” katanya.

Dalam mengembangkan kawasan ini, pihaknya telah memiliki pasar tersendiri yang tersebar di 18 Negara yang berbeda. Dirinya menginginkan Tampah Hills ini jadi contoh dalam pengembangan investasi yang berkelanjutan, sehingga semua orang bisa ikut berinvestasi di Tampah Hills.

“Proyek ini telah mulai dikerjakan sejak 2 Tahun lalu dan akan bisa beroperasi pada Tahun 2022,” jelasnya.

Di dalam kawasan itu pihaknya juga telah membangun jalan sepajang 12 kilometer termasuk Fasilitas Umum serta rencana pembangunan puskesmas atau klinik.

“Kami tidak hanya membangun, kami juga memberdayakan masyarakat setempat,” ujarnya.

“Sewa satu villa itu Rp 7 Juta permalam dan bisa menampung 10 orang,” pungkasnya.

Terpisah, Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah mengatakan, pada prinsip Pemerintah tetap mendukung siapapun yang akan melakukan investasi di NTB termasuk di Lombok Tengah. Secara logika pemerintah itu yang mengendalikan kemudinya dan mesinnya itu digerakan oleh mereka termasuk para investor ini.

“Perintah Presiden Jokowi, mereka harus dibantu, karena mereka yang menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Gubernur saat bersama ketua PHRI Lombok Tengah, Lalu Fathurahman di Selong Belanak.

Menurutnya, pihaknya melihat masih ada investor yang dipesulit di beberapa Daerah, baik itu urusan di Desa sampai Kabupaten. Sehingga pihaknya terus secara perlahan bagaiman mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk mendukung investor yang mau berinvestasi di NTB.

“Kalau dipersulit, siapa yang akan berinvestasi nantinya. Jadi harus kita dukung dan bantu mereka,” katanya. (Ade)

What do you think?

-1 points
Upvote Downvote
Premium

Written by TIM Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Apel gabungan di Bawaslu, Kapolres Dompu sampaikan ini

Jualan sabu, tukang parkir di Cakranegara dibekuk