in

Wah, Jalur Wisata Internasional Tiga Gili Diaspal pakai Dana Desa

kicknews.today – Jalanan di Desa Gili Indah Khususnya Dusun Gili Trawangan kini mulai dilakukan perombakan. Perombakan mengarah pada pengaspalan jalan dibagian dalam yang notabene merupakan jalan desa. Demikian diungkapkan Sekretaris Desa (Sekdes) Gili Indah Muzakie, Selasa (29/12).

Menurutnya, pengaspalan jalan di sana merupakan agenda desa yang sudah disepakati bersama masyarakat. Mengingat, sebelumnya pihak desa hanya melakukan perabatan dan acapkali tidak bertahan lama. Terlebih tatkala musim hujan, jalan desa yang sudah diaspal cenderung hancur maka itu aspal merupakan solusi yang diambil untuk saat ini.

“Kita sudah berapa kali gunakan rabat biasa tapi tidak mampu bertahan sampai 4 atau 5 tahun makanya sekarang di hotmix,” ungkapnya.

Dijelaskan, anggaran pengaspalan itu sekitar Rp 1,2 miliar dari APBdes tahun 2020 jalan hotmix dikerjakan saat ini sudah lebih dari 5 kilometer. Pengerjaan yang dilakukan secara swadaya tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan sumur resapan dibeberapa titik sehingga air tidak sampai merembet ke badan jalan. Kegiatan ini sejatinya dilakukan setiap tahun oleh pihak desa.

“Tetapi karena terhalang pandemi covid ini makanya kita kerjakan yang di Trawangan saja. Untuk Meno, dan Air mungkin tahun depan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, kepada masyarakat untuk menjaga fasilitas umum yang sudah dibuatkan oleh desa. Sehingga ke depan apa yang jadi kebutuhan untuk publik sedikit demi sedikit bisa terpenuhi. Menyangkut jalan yang ada didepan, menurut Muzakie desa tidak memiliki kebijakan lantaran itu adalah hak Pemerintah Daerah dan Provinsi. Kendati pihaknya berharap kedua eksekutif tersebut bisa mengikuti apa yang dilakukan oleh desa.

“Kalau itu ranah pemda dan provinsi kami hanya kerjakan yang di dalam dan belakang. Saya harap masyarakat menjaga fasilitas ini jangan sampai tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Gili Trawangan Boni mengapresiasi langkah desa yang mengaspal jalan di dalam yang notabene perkampungan. Pasalnya, sebelum diaspal jalan di situ berlubang dan terkesan kumuh, terlebih saat hujan genangan air menambah pelik persoalan tersebut. Sekarang warga bisa sedikit lega setelah jalan diperbaiki.

“Kalau kemarin banyak lubang meskipun sudah pakai rabat tapi tidak efektif. Karena kan selain sepeda, cidomo juga masuk. Kalau sekarang ini lebih paten karena sudah aspal,” ucapnya.(iko)

Editor:

Laporkan Konten