in

Didemo warga, Pemda Lombok Barat keukeuh tutup destinasi wisata sampai Lebaran Topat

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Saepul Ahkam

kicknews.today – Meski sejumlah warga Lombok Barat demo Sabtu (15/06) meminta tempat-tempat wisata dibuka, namun pemerintah daerah (Pemda) tak bergeming. Destinasi wisata tetap ditutup hingga Lebaran Topat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Saepul Akhkam dikonfirmasi kicknews.today, Minggu (16/05).

Menurutnya, penutupan kawasan wisata adalah keputusan yang terpaksa dilakukan pemerintah mengingat kasus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kian meningkat, sehingga dengan berat hati tetap harus dilakukan.

“Saya kira tindakan ini terpaksa dilakukan,” terang Akhkam.

Dia melanjutkan, Dinas Pariwisata sendiri sangat prihatin melihat kondisi sekarang, karena penyebaran Covid 19 belum dapat dikendalikan. Lombok Barat masih berkutat di zona orange, diperparah protokol kesehatan tidak sepenuhnya dijalankan.

Dijelaskannya, penutupan tempat wisata musim libur pasca Lebaran adalah langkah pengendalian penyebaran. Ini bisa di cek langsung ke Dinas Kesehatan guna mengetahui kondisi nyata yang cukup mengkhawatirkan.

“Keterisian RS kita, baik di Lobar maupun Mataram sudah mengkhawatirkan juga. Kita terpaksa mengambil pilihan ini hanya sampai H+10. Mudah-mudahan masyarakat bisa maklum. Setelah itu, tempat wisata bisa beroperasi kembali,” ujarnya.

Akhkam mengetahui kekecewaan dari masyarakat atas penutupan wisata, akan tetapi tidak bisa berbuat banyak. Ia juga menyebutkan, pihaknya tidak berniat mempersulit.

“Ini murni keadaan agar kita tidak menyesal kemudian. Silahkan cross cek ke Dikes supaya persoalan ini bisa difahami,” ungkangkapnya.

Diakhir penjelasannya, terkait tradisi Lebaran Topat yang dilaksanakan seminggu setelah perayaan Idulfitri tahun ini ditiadakan, merujuk pada surat edaran dari pemerintah provinsi serta kondisi penyebaran covid.

“Tidak ada. Tegas di surat edaran itu, perayaan lebaran topat ditiadakan,” tutupnya. (Nur)

Editor: Dani

Laporkan Konten