in

BTNGR tutup pendakian Rinjani mulai Januari 2021

Jalur pendakian Gunung Rinjani (Foto : Trubus.id/Thomas A Krisnaldi)

kicknews.today – Sebelumnya, akibat cuaca ekstrim belakangan ini. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menutup paksa lokasi wisata non pendakian di bawah kaki Gunung Rinjani.

Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya korban jiwa akibat cuaca buruk yang melanda daerah Lombok belakangan ini.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Dedy Asriady menjelaskan, penutupan beberapa area wisata non pendakian di sekitar area gunung Rinjani sesuai dengan keputan BTNGR nomor: PG.045/T.39/TU/KSA/12/2020.

Penutupan ditutup BTNGR hingga Maret 2021. Area wisata yang ditutup ialah Air Terjun Jeruk Manis, Air Terjun Mayung Polak di Lombok Timur dan Air Terjun Mangku Sakti Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Penutupan ketiga area wisata air terjun favorit itu sesuai imbauan dari prakiraan cuaca di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Klas I Mataram.

Bahwa kata Dedy, cuaca ekstrim ini sangat berpotensi terjadi angin kencang, hujan lebat serta banjir di Pulau Lombok.

“Nah untuk itu ini sebagai langkah pemulihan sejumlah area wisata dan ekosistem di area wisata non pendakian,” kata Dedy, Minggu (27/12).

Untuk jalur pendakian di empat lokasi kata Dedy ditutup sesuai tahun-tahun sebelumnya. Terhitung sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Maret 2021 mendatang.

“Empat Jalur Pendakian seperti Senaru, Sembalun, Timbanuh, dan jalur Pendakian Aik Berik, di Lombok Tengah belum ditutup,” jelasnya.

Bagi pengunjung yang akan melakukan kegiatan pendakian pada tahun baru nanti jelasnya, diwajibkan melakukan cek out maksimal tanggal 02 Januari 2021.

“Silakan cek out di masing-masing pintu pendakian. Kalau lebih kita langsung black list atau masuk daftar hitam,” pungkas Dedy. (Vik)

Editor:

Laporkan Konten

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0