in ,

Bangun Akses Infrastruktur Dasar KEK Mandalika, ITDC Pastikan Status Lahan “Clean and Clear”

Akses jalan KEK Mandalika
Infrastruktur jalan dalam kawasan The Mandalika (Foto: Syeikh Ucup for kicknews.today)

kicknews.today – Direktur Utama (Dirut) PT. Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC Abdulbar M. Mansoer, memastikan bahwa seluruh lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika atau The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), selain yang merupakan aset negara dan telah bersertifikat HPL ITDC, lahan enclave juga berstatus clean and clear.

“Kami pastikan seluruh pembangunan di dalam kawasan The Mandalika, dilaksanakan pada lahan yang sudah masuk dalam HPL ITDC dan berstatus clean and clear. Kami tidak akan membangun di lahan yang belum memiliki status hukum yang tetap. Oleh karena itu, kami optimistis bahwa pengembangan The Mandalika dapat terus berjalan sehingga mampu memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian masyarakat NTB khususnya Lombok Tengah,” ungkapnya, Jumat (15/5).

Dikatakan, apabila masih terdapat klaim dari warga dengan bukti berupa sporadik (surat keterangan tanah) yang ternyata tumpang tindih dengan HPL ITDC, maka penyelesaian atas klaim tersebut harus melalui jalur gugatan di pengadilan dan bukan dengan melakukan tindakan intimidatif yang kontra produktif. Hal itu karena bukti sporadik tanah bukan merupakan bukti kepemilikan hak atas tanah sesuai Undang-Undang Pokok Agraria.

Dijelaskan, saat ini pihaknya terus berupaya melakukan percepatan pembebasan lahan enclave, dengan prioritas lahan yang terletak di dalam wilayah pembangunan Mandalika International Street Circuit (Sirkuit Mandalika). Dimana setelah melalui dialog yang konstruktif, banyak warga pemilik lahan yang menyatakan dukungannya, dengan melepas lahan mereka sesuai nilai appraisal. Dari total 13,2 Ha lahan enclave, sebanyak 4,6 Ha telah dibebaskan dan telah mulai dilakukan pembayaran. Sementara sisanya tengah dalam proses negoisasi.

Guna mempercepat penyelesaian pembebasan lahan enclave, selain menawarkan ganti untung ITDC juga telah membuat terobosan dengan menawarkan skema baru yaitu ruislag (tukar guling). ITDC optimistis skema baru yang ditawarkan, dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan proses pembebasan lahan dapat segera diselesaikan.

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan dari masyarakat khususnya pemilik lahan enclave, Satuan Tugas Gabungan Percepatan Pembangunan The Mandalika dan Forkopimda Lombok Tengah, atas lancarnya proses pembebasan lahan enclave ini. Dengan adanya dukungan ini, lahan yang masuk dalam lintasan Sirkuit hampir seluruhnya telah memperoleh persetujuan dari pemilik, untuk dibebaskan dan proses negosiasi untuk sisanya berjalan sangat positif,” kata Abdulbar.

Untuk diketahui, guna mewujudkan pengembangan KEK Mandalika sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas, PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengembang kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali dan KEK Mandalika (The Mandalika), NTB, terus berprogres dalam membangun infrastruktur dasar di dalam kawasan yang dikembangkan di area seluas 1.175 Ha, dengan status lahan clean and clear.

Salah satu progres pekerjaan yang terus berjalan adalah pembangunan infrastruktur jalan pada zona timur, yang menghubungkan jalan provinsi dari area Sunggung menuju Pantai Gerupuk dan Tanjung Aan.

Proyek yang termasuk ke dalam paket pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), melalui skema National Interest Account (NIA) ini berupa pengaspalan dua jalur jalan selebar masing-masing 8 meter, dengan Right of Way (ROW) 90 meter untuk total jalan sepanjang 2 km. Dimana saat ini tengah dilakukan pengaspalan pada satu sisi, yang akan dilengkapi dengan bangunan pelengkap berupa pembatas jalan dengan kansteen, drainase swale (saluran terbuka) serta area landscape. Proyek dikerjakan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang ditargetkan dapat selesai pada akhir tahun 2020.

Lebih jauh diungkapkan, dalam jangka panjang jalan akses tersebut akan dilengkapi penerangan jalan umum (PJU), pedestrian, dan landscape. Ruas jalan utama pada ruas timur The Mandalika itu nantinya akan terhubung dengan jalan bypass Bandara International Lombok (BIL), menuju KEK Mandalika sepanjang 17 km yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas infrastruktur dasar dan konektivitas dalam kawasan The Mandalika, sehingga dapat meningkatkan investasi sekaligus mendorong kunjungan wisatawan ke The Mandalika, sebagai salah satu dari Lima Destinasi Super Prioritas pilihan pemerintah,” ujarnya.

“Peningkatan kualitas jalan akses ini akan mempermudah akses dari jalan provinsi ke arah Pantai Gerupuk, yang merupakan daerah wisata surfing yang sangat digemari wisatawan atau turis, karena memiliki gelombang atau ombak yang cukup unik serta Tanjung Aan,” imbuh Abdulbar.

Seperti diketahui, Pantai Gerupuk terletak kurang lebih 7 km dari Pantai Kuta The Mandalika, yang dapat diakses menggunakan kendaraan baik motor maupun mobil. Pantai ini terkenal dengan pasir putih, air laut yang biru serta gelombang yang indah yang tingginya dapat mencapai 3 meter. Hal ini menjadikan Pantai Gerupuk sebagai salah satu tempat berselancar terbaik di NTB. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan pantai serta keindahan matahari terbenam dari bukit yang berada di sisi pantai. (red)

What do you think?

55 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19 Ditambah 20 Juta Orang

33 Pasien Sembuh, 6 Positif Baru Covid-19