in

Efek Virus Corona Mulai Jangkiti Tiga Gili

Suasana di Gili Trawangan belum lama ini (Foto: Ist)

kicknews.today – Masuknya virus corona ke Indonesia yang sampai saat ini telah menyerang hingga 27 orang, dirasakan dampaknya ke semua lini. Tak terkecuali kawasan pariwisata tiga gili (Trawangan, meno, dan air). Pasalnya, semenjak virus tersebut di identifikasi masuk ke Indonesia, praktis angka kunjungan ke pulau wisata itu menurun. Hal ini diungkapkan oleh Manajer Hotel Vila Ombak Maroan, Selasa (10/3).

“Sangat-sangat berimbas, efeknya sangat terasa karena hunian kamar turun drastis,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi menurunnya okupansi kamar hotel di tiga gili dirasakan oleh seluruh pengusaha hotel. Di Vila Ombak saja, okupansi menurun hingga ke angka 60 sampai 70 persen. Maroan mengakui, tidak hanya di pulau eksotik dunia tersebut namun di Pulau Dewata Bali juga demikian. Diakui banyak hotel dan restoran yang tutup terutama pengusaha yang notabene mengejar segmen pasar asal China.

“Isunya di Bali sudah banyak (tutup). Di Trawangan dan Lombok belum ada kabar tapi kemungkinan,” kata dia.

Dijelaskannya, dengan menguapnya virus berbahaya tersebut ditambah Low Season yang sedang berlangsung saat ini bukan tidak mungkin seluruh pengusaha pun manajemen Vila Ombak sendiri akan mengambil sikap. Hal ini dikatakannya mirip sebagaimana situasi pada saat musibah gempabumi melanda kabupaten termuda di NTB ini pada Agustus 2018 lalu.

“Kemungkinan akan ada perampingan karyawan lagi seperti saat musibah gempa kemarin,” jelasnya.

“Saya sudah mulai buat estimasi ke arah sana, mempertimbangkan segala kemungkinan tapi tetap masih menunggu perkembangan. Karena forecast sampai bulan juli besok belum ada tanda-tanda yang baik,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB) Sabarudin mengamini jika intensitas kunjungan wisatawan ke tiga gili baik nusantara maupun mancanegara melalui jalur penyebrangan bangsal menurun.

Ia mengakui jika pada umumnya setiap hari tercatat sampai 800 orang yang berkunjung ke sana kini jumlahnya berada di kisaran 600 orang saja. Kondisi tersebut jelas disesalkan dan akan mempengaruhi pariwisata Lombok Utara.

“Kalau penurunan sekarang sudah mulai terasa saat ini yang lokal masih. Tapi yang mancanegara mulai berkurang,” akunya.

Dikhawatirkan jika terus berlangsung akan menggangu dampak ekonomi yang ada di bangsal khususnya para pekerja di sana. Dalam hal ini pihak KKB terus intensif menyiagakan kapal guna beroperasi yang jumlahnya mencapai 52 unit setiap hari.

“Kita harap ada solusi dari pemerintah,” tutupnya berharap.(iko)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Wapres RI Kiai Ma’ruf Pagi Ini Tiba di Lombok

Satgas Penanganan Virus Corona diusulkan Dipimpin Jenderal Aktif