in

Pimpin Muaythai NTB, IJU: Mungkin Saya gila, tapi tidak bodoh

Indra Jaya Usman Ketua Pengurus Provinsi Muaythai NTB (baju biru)

kicknews.today – Indra Jaya Usman Ketua DPD Partai Demokrat NTB, kembali mendapat tugas baru mengawal dan menahkodai Organisasi Pengurus Olah Raga Muaythai tingkat Provinsi NTB. Sejak dilantik karena terpilih secara aklamasi pada musyawarah daerah tanggal 15 November 2022 kemarin, IJU mengaku telah menyadari benar berbagai konsekuensi yang harus dihadapinya.

“Saya tentu sangat mengerti semua resiko dan konsekuensinya (menjadi ketua pengurus muaythai NTB, red.). Dan saya juga tahu bahwa tidak sedikit orang yang bilang bahwa hanya orang gila saja yang mau jadi ketua cabor di daerah,” ungkap IJU saat dikonfirmasi di Mataram, 16 11 22.

IJU mengakui juga bahwa Ia memahami benar alasan orang yang menilai bahwa pimpinan pengurus organisasi olahraga hanya cocok untuk diemban oleh orang-orang yang tidak waras. Meski IJU tidak bersedia membahas secara detail alasan yang difahaminya itu.

“Saya mengerti kenapa banyak orang bilang bahwa hanya orang gila yang bersedia jadi ketua ini. Dan tidak perlu kita bahas lebih lanjut tentang itu,” jelas dewan dua periode tersebut.

Pria yang dikenal tak banyak bicara itu bahkan mengaku sudah sangat siap berbuat semaksimal mungkin untuk mengangkat nama Provinsi NTB melalui cabor muaythai. Meski harus berhadapan dengan berbagai konsekuensi yang menyebabkan pengemban tugas jabatan itu, kerap dinilai tidak waras oleh beberapa pihak. Terutama untuk IJU yang belum punya cukup pengalaman dalam urusan olah raga tersebut.

“Mungkin saya gila, tapi saya tidak bodoh,” tegas IJU menyatakan kesiapannya.

Lebih jauh ia mengakui memang telah lama memiliki niat pribadi ingin memberikan kontribusi terbaik dalam segala aspek yang mungkin Ia sentuh, untuk mengangkat nama NTB hingga ke tingkat tertinggi yang mungkin dicapai. Termasuk dalam bidang olah raga dan bidang lainnya jika mendapat kesempatan dan kepercayaan.

“Bagi saya pribadi NTB ini telah cukup lama berada dalam posisi yang kurang sesuai. Jika para pemangku kebijakan bisa bekerja lebih maksimal, sangat mungkin NTB akan berada pada posisi jauh yang lebih baik,” ungkapnya menutup kalimatnya tanpa menjelaskan lebih detail maksud dari ungkapan tersebut. (hl)

Editor: Zia Helmi

Laporkan Konten