in

Dorna Sport perpanjang Kontrak Sirkuit Mandalika 10 Tahun

Bos Dorna

kicknews.today – Bos Dorna Sport telah memperpanjang masa kontrak MotoGP sirkuit Mandalika. Sebelumnya kontrak kerja Dorna Sport di Sirkuit MotoGP Mandalika selama lima tahun diperpanjang menjadi sepuluh tahun.

“Kepercayaan itu menjadi kebanggaan Indonesia. Itu karena, sirkuit Mandalika menjadi satu-satunya sirkuit dunia yang dibangun di areal objek pariwisata. Tidak ada di negara lain. Kecuali di Indonesia.” kata Managing Director The Mandalika I Wayan Karioka saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusu (KEK) Mandalika, Minggu (8/11) siang.

Karioka memaparkan, bahwa pembangunan lapis pondasi bawah sudah diangka 95 persen. “Tinggal lapis pondasi atas. Setelah itu, barulah dilaksanakan pengaspalan,” klaimnya.

Kemudian pada bulan Juni 2021 mendatang katanya, Dorna Sport selaku penyelenggara balapan MotoGP akan melakukan pengecekan. “Itu sekaligus persiapan uji coba sirkuit. Mudah-mudahan Januari tahun depan, sudah rampung total,” paparnya.

Sementara itu Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andianto yang didampingi Kapolda NTB Irjen Pol Moh. Iqbal mengatakan, dia datang bersama rombongan untuk meninjau langsung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Karena KEK sendiri merupakan salah satu jawaban kebangkitan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, dari hasil tinjauan dan laporan ITDC, Komjen Agus mengaku kagum. Karena, sebentar lagi, nama sirkuit Mandalika, nama NTB dan nama Indonesia disebut-sebut diseluruh dunia.

Dia berharap, warga lingkar KEK Mandalika, warga Lombok dan NTB umumnya mendukung dan mensukseskan pembangunan investasi yang ada.

“Mari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ini semua butuh dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya warga lingkar KEK Mandalika, warga Lombok Tengah dan NTB,” katanya. (Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad viqi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Masyarakat Adat Gumi Paer Gunung Rinjani gelar Ritual Pemasuh Alam untuk Keselarasan

Tak diizinkan Liputan Debat, Wartawan Lombok Tengah: KPU Harus Minta Maaf