in

Kisah Haris, Penjual Mainan Tradisional Keliling

kicknews.today – Usia yang terbilang cukup tua, bukanlah penghalang bagi Haris Munandar, kakek penjual mainan tradisional keliling di wilayah Lombok Timur, ia menjalani profesi selama tiga tahun lamanya. profesi ini, dilakoninya demi menunaikan kewajiban menafkahi anak dan istrinya.

Kakek berusia renta ini keliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan dagangannya berupa mainan tradisional, yakni mobil-mobilan dan pesawat yang terbuat dari kayu, bambu dan beberapa potongan karpet. Harga pun cukup murah, hanya merogok gocek Rp 10 hingga 15 ribu rupiah.
“Mumpung pekerjaan tidak berat ya saya kerjaan,” ungkap Haris sembari menjajakan dagangannya, Jum’at (13/11).

Awal mulanya Haris melakoni profesi ini, waktu itu ia menjalani profesi sebagai pedagang di Pulau Bali selama 25 tahun. Namun tahun terkahir, kondisi tubuhnya sering alami sakit-sakit dan divonis mengidap asam urat. Sebab tidak tahan kondisi tubuh yang semakin tidak bisa kompromi, dirinya meminta untuk dijemput pihak keluarga.

“Sejak saat itu saya dirumah aja, bosen dirumah makannya saya jualan kayak gini, kalau capek kan bisa duduk,” aku kakek asal Lenek ini sembari menghela nafas.

Hingga kini, Haris mengakui sebagian tubuhnya sering merasa nyeri. Satu-satunya penawar, minum obat setiap malam yang diperoleh dari apotek dengan harga Rp 10 ribu rupiah. Kendati demikian, ia tetap keliling berjualan dari rumah ke rumah. Namun setiap jum’at pagi memilih mangkal di depan kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur.
“Kalau Jum’at mangkal di sini,” ujarnya.

Dirinya mengaku bersyukur, masih bisa mencari nafkah yang halal untuk anak dan istrinya. Jika terjual 15 mainan tradisional ini. Haris sudah mengantongi uang Rp 80 ribu. Namun angka ini harus terpotong, Rp 7 hingga 12 ribu untuk ongkos pulang menggunakan angkutan umum.
“Alhamdulillah kalau jualan sampai sore bisa laku 15, untung cukup untuk biaya makan,” tutupnya. (Oni)

What do you think?

Member

Written by toni hermawan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Dokter RSU Sondosia Bima positif, pelayanan IGD dan ruang rawat Inap ditutup

Curi Hp, pelajar asal Bima ditangkap polisi