Menziarahi makam tokoh, kebiasaan Orang Sasak jelang akhir Syawal

kicknews.today – Jelang akhiri Bulan Syawal yang dibarengi dengan masuknya musim ziarah Haji, umat muslim Suku Sasak kerap sibuk oleh berbagai kegiatan keagamaan. Diantaranya adalah ziarah makam.

Banyak makam atau kompleks pemakaman yang menjadi destinasi favorit para peziarah. Terutama makam para tokoh agama, pemuka masyarakat dalam urusan keagamaan.

Salah satu yang belakangan menjadi tujuan yang populer diziarahi adalah makam Pahlawan Nasional Maulana Syeikh TGH Zainudin Abdul Madjid di Lombok Timur. Peziarah ada yang datang secara mandiri, bersama keluaraga atau bahkan dengan membawa kelompok besar dari berbagai organsiasi kemasyarakatan.

Seperti yang dilakukan Majelis Ta’lim Baitutthohirin Dasan Geres Barat, Kecamatan Gerung Kabupaten Lobar. Ratusan jamaah secara khusus berziarah ke Makam Ulama yang juga telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dari Pulau Lombok. Rombongan itu datang dengan menggunakan 5 bus, Minggu 21 Mei 2023.

Hamroni. MH. selaku khodimul Majelis Taklim Baitutthohirin mengatakan, ziarah kali ditujukan untuk mengenang jasa serta pengorbanan para ulama dalam menyebarkan Islam di pulau Seribu Masjid. Sekaligus untuk meresapi syiar-syiar agama sebagai bentuk upaya pendekatan diri kepada Allah SWT.

“Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin yang akan menjadi program kerja setiap tahunnya nanti. Disamping itu, kegiatan ini digelar dengan maksud agar majlis taklim ini menjadi wadah bagi para jamaah yang selalu ingin berdzikir kepada Allah SWT secara berjamaah. Serta ingin selalu dekat dengan para ulama baik yang masih hidup ataupun yang sudah dipanggil Allah terlebih dahulu. Untuk itulah terselenggra safari ziarah,” ungkap Hamroni.

Selain itu menurtnya berziarah ke makam orang tua dan orang-orang soleh seperti para wali. Juga dapat mengingatkan manusia pada akhirat. Berziarah ini juga merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan, sebagaimana pendapat Ibnu Hajar al-Haytami dalam kitab ‘al-Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubra’.

“Itu yang menjadi dasar para ustadz dan para jama’ah mementingkan diri berziarah ke makam para ulama. Tradisi berziarah kubur ke makam para ulama perlu dilestarikan karena jelas tidak bertentangan dengan syariat Islam. Bahkan dapat mengingatkan kita akan kehidupan di akhirat,” tegas Hamroni.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempertebal keimanan dan ke-Islam-an, serta menjaga kebersamaan antar jamaah sesama umat Islam. (hl)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI