kicknews.today – Masyarakat Dusun Bagek Nyala, Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat Lombok Timur digegerkan dengan penemuan mayat yang hanyut di aliran sungai Montong Beter pada Sabtu pagi (31/1/2026). Korban pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Saparudin Alias Amaq Sumar (65 tahun) yang hendak pergi merumput melalui pinggir aliran sungai, ia dikagetkan dengan melihat sesosok tubuh dalam kondisi mengapung dan terseret arus sungai yang deras.
Ia berteriak memanggil warga sekitar yang pada saat itu berada di area persawahan sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Warga yang datang kemudian bersama-sama berlari ke arah hilir sungai dan mengangkat tubuh korban ke tepi sungai.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman membenarkan kejadian tersebut. Warga sekitar berupaya mencari identitas korban. Salah seorang warga di dusun tersebut, Yuni mengenali korban sebagai anak dari warga Dusun Peren, Desa Gunung Rajak. Ia mengingat yang bersangkutan berasal dari desa yang sama dengannya sebelum menikah ke Dusun Bagek Nyala. Namun orang tua korban tinggal di Dusun Baran Mayung Desa Gunung Rajak Kecamatan Sakra Barat
Pukul 10.15 Wita, Tim Inafis Polres Lombok Timur tiba di lokasi dan melakukan identifikasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis Polres Lombok Timur, ditemukan 3 luka robek pada bagian dahi serta luka benjolan, yang diduga diakibatkan oleh gesekan atau benturan dengan batu dan talut aliran sungai selama korban hanyut terbawa arus.
“Kalau dari keterangan ayah korban, Marzuki (42 tahun) bahwa pada pagi hari sebelum kejadian dirinya sempat bersama korban. Namun sekitar pukul 08.30 Wita, yang bersangkutan pergi membeli minyak ke SPBU Tanak Kaken, dengan meninggalkan korban di rumah bersama ibunya,” katanya.
Orang tua korban kembali dari SPBU dan mencari keberadaan korban, namun korban tidak ditemukan di rumah. Pukul 09.30 Wita, orang tua korban memperoleh informasi dari warga bahwa anaknya ditemukan hanyut.
“Orang tua korban langsung menuju lokasi yang disebutkan untuk memastikan informasi tersebut. Setibanya di TKP dipastikan bahwa korban benar merupakan anaknya bernama M. Alzhio Fauzan Maulana (4,7 tahun). Keluarga meminta bantuan ambulan Desa untuk membawa korban ke rumah duka,” tambahnya.
Kalau dari keterangan ayah korban, kata AKP Nikolas. Rumah orang tua korban berada di pinggir aliran sungai, tepatnya di Dusun Baren Mayung, Desa Gunung Rajak, dengan jarak kurang lebih 1 meter dari bibir sungai.
“Korban sering memancing ikan di sungai tersebut bersama ayahnya. Sebelum kejadian, korban diduga memancing seorang diri di pinggir sungai dan terpeleset, mengingat alat pancing yang biasa digunakan korban tidak ditemukan di rumah,” tambahnya.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban menolak dilakukannya otopsi dan menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah serta murni kecelakaan. (cit)


