Masyarakat dan UMKM di Sembalun kompak tolak pembangunan Indomaret

Ilustrasi

kicknews.today – Rencana pembangunan ritel modern PT Indo Marco Prismatama (Indomaret) di wilayah Kecamatan Sembalun memicu dinamika di tengah masyarakat. Pasalnya rencana pembangunan tersebut dianggap membawa dampak terhadap para pedagang kelontong lokal, bahkan penolakan tersebut serentak dilakukan saat adanya sosialisasi perencanaan pembangunan indomaret di aula kantor desa Sembalun Timbagading pada Selasa (3/3/2026).

 

 

Pasalnya, retail modern yang mempekerjakan 6 orang pekerja tidak sebanding dengan dampak negatif yang akan di timbulkan pada para pedagang klontong lokal.

 

 

“Hari ini kita mungkin belum di beri kesempatan untuk membangun bisnis sebagai pedagang klontong, tapi harus di ingat kita punya anak dan keluarga yang membutuhkan peluang usaha yang sama dimasadepan. Karena itu, jangan mendukung sesuatu yang akan mempersempit peluang masayarakat untuk maju,” kata aktivis Sembalun, Royal Sembahulun pada kamis (5/3/2026).

 

Bahkan penolakan pembangunan indomaret tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2025 dimana masyarakat, aktivis Sembalun melalui Kepala Desa sudah bersurat ke bupati dan dinas terkait, ia katakan, bagi masyarakat, sebenarnya di Sembalun bumbung 2 sudah ada ritel modern Alfamart sehingga tidak perlu untuk ditambah lagi.

 

“Terlebih lagi rata-rata masyarakat disana tidak memiliki lahan pertanian untuk digarap sehingga mereka memilih bisnis berjualan mulai dari toko-toko kecil kemudian menjadi besar, itu sebenarnya kita sesalkan ketika pemda memiliki lahan disana, bupati baru dilantik dan ke Sembalun pada saat itu bertemu dengan para pelaku UMKM dan pelaku wisata untuk meyakinkan mereka bahwa lahan pemda bisa digunakan dalam membuat gerai untuk memperkenalkan hasil olahan serta kerajinan tangan mereka,” tambahnya.

 

Menurutnya, menghadirkan ritel modern sama saja mencidrai hati masyarakat Sembalun karena mendatangkan pesaing yang tidak sebanding terutama memiliki bisnis yang sama dengan masyarakat lokal di Sembalun. Bahkan informasi yang diterima masyarakat Sembalun. Bupati Lombok Timur sudah mou dengan pemilik ritel modern dengan menggunakan lahan pemda yang ada dilokasi penolakan pembangunan ritel modern tersebut.

 

“Gerai indomaret itu juga akan menutup peluang bagi teman-teman yang lain yang akan membangun bisnis yang sama disekitar itu karena pengataman kami sejak klontong lokal dibangun, para wisatawan-wisatawan lebih memilih belanja kesana. Kalau alasan pemerintah memenuhi kebutuhan wisatawan bukan disitu esensinya. Orang Sembalun itu menjadi kan Sembalun sebagai tempat wisata kemudian kami fokus membangun Sembalun sebagai kawasan wisata itu tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.

 

Sementara Camat Sembalun, Suherman menjelaskan bahwa rencana pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur. Lahan yang dibidik merupakan aset milik Pemda yang rencananya akan disewakan kepada pihak Indomaret.

 

 

“Kami dari pihak kecamatan tidak pernah mengeluarkan kebijakan ataupun rekomendasi khusus. Seluruh proses perizinan dilakukan langsung oleh Pemkab melalui sistem aplikasi perizinan yang berlaku,” pungkas Suherman. (cit/*)

 

 

 

 

 

 

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI