kicknews.today- Makam Muardin, 51 tahun, korban meninggal akibat kericuhan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima dibongkar untuk diotopsi. Pembongkaran makam tersebut dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Rite, Kamis (28/7).
“Pembongkaran makam korban Muardin untuk keperluan otopsi,” kata Kasi Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufrin.

Otopsi terhadap jenazah korban kata Jufrin, bagian dari langkah penyelidikan untuk mengungkap kematian korban. Pembongkaran ini dilakukan secara tertutup.
Sebelum, korban meninggal setelah dirawat di RSUD Bima. Dari keterangan Humas RSUD Bima, dr Akbar korban meninggal saat hendak dirujuk ke Mataram.
Korban meninggal kata Akbar, karena luka di bagian kepala. Namun, Akbar tidak bisa menyimpulkan penyebab dari luka tersebut.
“Itu tim forensik yang lebih paham. Kalau secara kacamata medis, itu luka akibat terkena benda tumpul,” kata Akbar waktu itu.
Pihak keluarga juga menduga korban meninggal tak biasa. Mereka meyakini, korban terkena peluru gas air mata saat polisi menghalau serangan massa yang hendak merusak dan membakar kantor desa saat proses penghitungan surat suara Pilkades.
“Kami minta polisi segera menguak penyebab kematian ayah saya,” kata anak korban, Nanang.
Kuasa hukum korban dari PBH LPW NTB, Imam Wahyudin, S.H ikut hadir saat proses pembongkaran makam tersebut. Imam meminta Polres Bima Kota menangani kasus dengan profesional.
Polisi juga diminta agar semaksimal mungkin mencari penyebab kematian Muardin, karena hal pertama yang penting bagi pihak keluarga adalah mengetahui penyebab kematian. Upaya otopsi menurutnya, adalah bagian dari penyelidikan untuk menggali fakta hukum.
“Otopsi akan digunakan sebagai alat bukti surat, untuk dikaitkan dengan keterangan saksi. Baru kemudian ada kesimpulan penyebab kematian korban,” jelas Imam.
Jika ditemukan fakta tindak pidana kata Imam, keluarga berharap segera dilanjutkan ke proses penyidikan, untuk menemukan tersangka yang sebenarnya.
“Kami harap proses penyelidikan harus transparan, jangan ada yang ditutupi,” pungkasnya. (jr)


