LPW NTB sebut implementasi perlindungan anak oleh pemerintah masih minim

kicknews.today- LPW NTB bersama Komunitas Peduli Anak Desa (KPAD) menyelenggarakan lomba untuk anak di Lapangan Oi Ncinggi, Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima beberapa hari lalu. Sebanyak 40 anak ikut meriahkan lomba dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut. Masing 15 laki-laki dan 25 anak perempuan.

Tiga lomba yakni membaca ayat pendek, bercerita atau berdongeng dan menulis aktivitas. Pembacaan ayat pendek khusus untuk anak PAUD sampai anak kelas 3 SD. Kemudian kelas 4 sampai kelas 5 SD mengikuti lomba bercerita, dan anak kelas 6 SD mengikuti lomba menulis aktivitas. Selain itu juga diisi dengan materi penulisan, permainan edukasi dan kreatif.

Hadir pada acara itu, perwakilan LPW Bima Raya, Adi Bahrudin, S.E, relawan LPW NTB, Sofiani, S.Hub.int, Ketua KPAD dan anggotanya Ilham, S.Pd dan Ade Irawan, serta Ardhy S, perwakilan Alamtara Institute dan mahasiswa KKN Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima (IAIM Bima).

Direktur LPW NTB, Taufan SH MH mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya memperkuat gerakan pembangunan desa berkelanjutan, dengan advokasi peran komunitas, Pemdes, sekolah dan masyarakat. Pada Hari Anak Nasional, menjadi momen LPW NTB terus mengadvokasi aspek penguatan SDM dalam perlindungan anak melalui kegiatan literasi hukum, workshop perlindungan anak dan kegiatan lomba untuk anak.

Kali ini, LPW NTB menggandeng KPAD Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima dan SMP Muhammadiyah Rite Ambalawi, dengan dukungan berbagai kelembagaan lain. Seperti Pemdes Rite, Relawan Sahabat Anak (RSA) Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (Inspirasi NTB), Alamtara Institut, Taman Literasi, Pusat Bantuan Hukum Mangandar (PBHM) dan lain-lain.

KPAD menurutnya, merupakan lembaga yang dibentuk oleh LPW NTB pada tingkat desa tahun 2019. Baru memulai kegiatan pada tahun 2020, dimaksudkan untuk memperkuat advokasi dan perlindungan anak tingkat desa.

KPAD diharapkan sebagai pilot project untuk mengembangkan perlindungan anak dan dapat didukung oleh stakeholder. Keterlibatan dan penguatan KPAD merupakan wujud gagasan integrasi pembangunan, memperkuat pilar penghubung tingkat desa, guna memastikan pemenuhan hak anak.

“Dukungan, kerjasama, dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan itu. Bersama, kita kuat. Bergerak untuk perlindungan anak, mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” tegas Taufan.

Kegiatan pekan anak menurut Taufan, memiliki pertimbangan dua aspek, yaitu sosial dan kelembagaan. Aspek sosial yaitu, karena melihat kondisi yang mengancam tumbuh kembang anak dan keberlangsungan hidup di desa. Permasalahan sangat menonjol yaitu penyalahgunaan narkotika dan kekerasan seksual, hingga merambat pada masalah sosial lainnya.

“Aspek kelembagaan yaitu memperhatikan minimnya peran pemerintah daerah dan pemerintah desa  dalam mengupayakan perlindungan anak,” tegasnya.

Umumnya anak menjadi korban, karena kurangnya peran masyarakat sebagai jaring pengaman atau kontrol sosial. Pemdes dan masyarakat menganggap biasa adanya berbagai permasalahan sosial. Pola pikir belum mendeteksi atau membayangkan bagaimana masa depan anak jika berbagai persoalan yang dihadapi hari ini. Sehingga fokus pembangunan desa masih soal infrastruktur yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan SDM.

“Minat Pemda dan Pemdes masih sangat minim dalam mengoptimalkan implementasi perlindungan anak,” sebutnya.

Selain itu, cara-cara penegak hukum memberlakukan hukum, membuat masyarakat apatis. Kegiatan ini adalah sebagai potret satu desa, namun sebagai bentuk advokasi. Tujuannya, ingin mengirimkan pesan kepada semua desa, untuk berperan aktif dalam perlindungan anak, terutama bagi Pemda, Pemdes, lembaga kemasyarakatan hingga masyarakat.

“Dengan kegiatan ini diharapkan bergeraknya peran masyarakat sebagai pilar kontrol sosial, keseriusan Pemda dan Pemdes serta penegak hukum, dan meningkatkan ruang positif bagi anak,” pungkasnya.

Ketua KPAD, Ilham, S.Pd mengapresiasi inisiasi LPW NTB yang terus bersinergi dalam menjalankan kegiatan ditingkat desa dengan mengambil momentum-momentum nasional. KPAD mengajak masyarakat, pemerintah untuk ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini.

“Ini merupakan wadah yang dinantikan oleh para generasi untuk mengasah serta menambah pengetahuannya di luar sekolah,” ujarnya.

Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya dilakukan satu kali dalam setahun. LPW NTB harus terus mensupport kegiatan lain mulai dari tingkat desa sampai kecamatan.

Perwakilan LPW Bima Raya, Adi Bahrudin juga mengapresiasi KPAD Desa Rite yang mengadakan kegiatan. Ini merupakan tahun kedua bagi KPAD melaksanakan kegiatan yang sama.

“Alhamdulillah, tahun ini kami lihat antusias anak anak dalam mengikuti kegiatan cukup tinggi. Hal ini tidak terlepas dari dorongan orang tua yang ikut mengantarkan anak-anaknya mengikuti kegiatan,” sebutnya.

Besar harapan LPW Bima Raya dengan adanya kegiatan tersebut kesadaran dari orang tua untuk terus mendorong minat belajar pada anak agar terus dikembangkan. Kegiatan seperti ini menurutnya, mampu merubah pola hidup anak dengan kerasnya perubahan zaman. Mengingat, anak anak pada umumnya fokus dengan android sangat leluasa dalam mengakses fitur-fitur yang belum saatnya diakses.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, pemerintah serta lembaga agar terus mendukung kegiatan seperti ini. Bukan hanya di dusun, desa tapi sampai di tingkat kecamatan bahkan kabupaten. Kami dari LPW NTB siap mendukung kegiatan seperti penggalian potensi anak, penyuluhan hukum dan lainnya,” pungkasnya.

Perwakilan Alamtara, Ardian mengatakan, sebagai pemandu dan bagian dari dewan juri sangat terkesima dengan potensi potensi lokal desa. Potensi itu sangat nampak dari ketangkasan anak anak dalam melaksanakan kegiatan berbagai mata lomba. Tentunya, hal ini membantu orang tua dalam menanamkan mental serta jiwa anak untuk tampil di atas panggung.

“Anak-anak ini sangat berpotensi untuk menjadi pemimpin kedepannya tinggal bagaimana peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembangnya,” tutupnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI