kicknews.today – Pulau Lombok akan memiliki sekolah kebudayaan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan budaya untuk masyarakat. Alasanya adalah karena telah adanya upaya kongkrit pembangunan sekolah tersebut. Awal pembangunannya telah resmi dimulai dengan penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama di atas lahan seluas 1 hektar lebih di wilayah Sembalun Lombok Timur, NTB.
Tidak tanggung-tanggung, pirasasti sekolah tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmy bersama Koordinatro Wilayah Yayasan Peneleh Jang Oetama Prof Gatot Dwi Hendro Wibowo, yang juga langsung melaksanakan peletakan batu pertama masjid kampus sekolah budaya tersebut. Dalam agenda itu juga puluhan Sultan dan Raja serta perwakilan Kerajaan dan Kesultanan se-Nusantara ikut hadir menyaksikan dan mengikuti prosesi peletakan batu pertama sekolah budaya ini.

Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmy menegaskan bahwa keberadaan sekolah budaya saat ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena kebutuhan masyarakat kedepan tidak hanya akan berkaitan dengan materi semata, namun pemenuhan akan kebutuhan spiritual juga akan menjadi sangat vital dalam menghadirkan kehidupan yang harmonis di masyarakat.
“Karena kebutuhan kita dimasa depan itu bukan hanya aspek material tapi justru yang lebih penting itu aspek spiritualnya. Budaya ini spiritual disamping agama, karena itu perpaduan antara spiritualitas dengan material ini hidup kita jadi harmoni,” ungkap Bupati sesaat setelah meninjau lahan yang telah dihibahkan pemangku adat setempat untuk pembangunan sekolah budaya tersebut, Rabu (13/7).
Bupati juga berkomitmen akan segera melakukan pembenahan di sekitar areal lahan tempat pembangunan sekolah itu, dan berjanji akan memfasilitasi perbaikan jalan menuju lokasi lahan sekolah.
“Jalan ini sekitar dua kilometer akan kita hotmix dengan syarat kiri kanan ini mau menghibahkan lahanya sekitar satu atau dua meter untuk penambahan lebar jalan sehingga mobil bisa papasan,” tegas Bupati.
Prof. Gatot Dwi H Wibowo Koordinator Wilayah Yayasan Peneleh Jang Oetama selaku pihak yang menangani penuh pembangunan dan pengelolaan sekolah budaya sembalun, menyebutkan bahwa perencanaan bentuk rancangan masjid kampus sudah selesai cukup lama. Masjid kampus ini akan menjadi bangunan awal yang akan diselesaikan sebelum pendirian bangunan yang lainnya.
“Bahwa tanah itu 1 hektar lebih itu diberikan oleh Papuq Adat untuk pembangunan sekolah kebudayaan. yang menerima adalah Yayasan Peneleh Jang Oetama sebagai penerima yang akan merencanakan dan mendesian semua masterplan dari pembangunan sekolah itu. Mulai dari tata kawasan dan masjid kampus dan semua itu dibuat dengan dana wakaf, dan niatnya sekolah itu tidak berbayar,”ungkap Prof Gatot dalam sambutanya.
Profesor ahli hukum tersebut juga menjelaskan bahwa mendirikan sekolah kebudayaan ini sangat penting karena akan menjadi warisan. Sebagai media untuk membangun adab, adat dan membangun akhlak budi pekerti.
“Adab atau akhlak itu sangat penting untuk dipelihara dan dijaga. Bahkan Rosululloh pun pernah menegaskan bahwa Beliau tidak diturunkan ke dunia kecuali semata-mata untuk memperbaiki ahlak manusia,”ungkap Professor yang tercatat mengemban tanggung jawab selaku Ketua Prodi S3 di Fakultas Hukum Unram ini.
Dalam agenda peletakan batu pertama dan penandatanganan prasasti Sekolah Budaya Sembalun tersebut juga, sejumlah Raja dan Sultan yang hadir menyatakan sependapat dengan penilaian bahwa keberadaan sekolah ini sangat penting untuk segera didirikan. Karenanya mereka berkomitmen akan berkontribusi optimal dalam upaya mewujudkan berdirinya sekolah budaya sembalun tersebut. (hl)


