in

Tujuh inovasi desa Sekotong Tengah, dari taman bermain hingga ekowisata

kicknews.today – Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong merupakan salah satu desa yang mewakili Kabupaten Lombok Barat pada lomba kampung sehat tingkat Provinsi NTB.

Desa Sekotong Tengah terus melakukan terobosan dalam berbagai bidang. Baik di bidang kelembagaan, kesehatan, ekonomi dan keamanan.

Kepala Desa Sekotong Tengah, Lalu Sarappudin mengatakan bahwa berbagai inovasi telah di lakukan di desanya.

“Sebenarnya yang kami lakukan pada lomba kampung sehat ini merupakan tugas yang sehari hari kami lakukan di desa. Bukan hanya pada saat lomba saja,”katanya, Kamis (15/10).

Sekretaris Desa Sekotong Tengah,Muhamad Rasid menyebutkan terdapat 7 inovasi Desa Sekotong Tengah yang akan di tonjolkan.

“Yakni Ekowisata Mangrove Pantai Tanjung Batu, Produk minuman kesehatan/serbat, Radio Komunitas Ampera FM sebagai radio darurat covid 19, serta Kelompok Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang sudah meraih juara di tingkat nasional,” terang Rasid.

Lebih jauh, Ketua KIM Sekotong ini menyebutkan inovasi di bidang kelembagaan yaitu adanya lembaga lembaga desa yang khusus dan terpadu dalam penanganan bencana.

“Karena desa sekotong tengah merupakan salah satu desa rawan bencana. Sejak tahun 2017 telah terbentuk dan dilatih beberapa lembaga desa di bidang kebencanaan,” katanya.

Ada Relawan Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat),Relawan Destana (Desa Tangguh Bencana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang memiliki tupoksi berbeda beda tetapi menyatu ketika terjadi suatu bencana di desa.

Tujuh inovasi itu kata Rasid, adanya lembaga-lembaga khusus pada penanganan bencana seperti Sibat,Destana, KSB dan Satgas Covid 19. Selain itu, mengembangkan Ekowisata Mangrove Pantai Tanjung Batu sebagai kawasan konservasi mangrove dan destinasi wisata.

“Ada taman bermain anak, kelompok Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga dengan produk serbat yang pernah juara hingga tingkat nasional, serta adanya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan 7 unit usaha,” katanya.

Inovasi lainnya ialah adanya Kandang Kumpul untuk menciptakan kebersihan lingkungan.

“Kita juga bentuk lembaga adat krame dese atau bale mediasi untuk mendorong penyelesaian persoalan warga dengan mengedepankan kearifan lokal,” pungkasnya.(Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad viqi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Nyelonong masuk rumah warga, seorang pemuda Plampang dihakimi massa hingga babak belur

Sebentar lagi, pembayaran parkir di Mataram via non tunai