in

Penanganan Banjir di Labuhan Tereng Lombok Barat lamban, Pemdes minta Tambahan alat Berat

Kondisi sungai Tibu pasca dilanda banjir dua pekan lalu

kicknews.today – 10 kepala keluarga (KK) di Desa Labuhan Tereng Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat (Lobar) masih mengungsi akibat terendam banjir beberapa pekan lalu. Penanganan banjir dinilai lamban tanpa dukungan pemerintah.

Dari laporan Pemerintah Desa setempat, sebanyak 4 unit rumah warga rata dengan tanah akibat luapan air dari Sungai Tibu yang menerjang rumah warga.

Kepala Desa Labuhan Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat Humaidi Usai mengaku, penanganan korban banjir di wilayahnya harus disegerakan.

Pasalnya, kondisi sungai Tibu yang rawan abrasi membuat sejumlah warga di pinggiran sungai khawatir terjadi luapan air saat hujan kembali mengguyur.

“Untuk penanganan pasca banjir kita minta penambahan alat berat (Eksavator, red) dari Pemda Lombok Barat. Karena baru satu yang bekerja menangani pelebaran sungai,” kata Humaidi, Sabtu (6/3/2021) kemarin.

Sejauh ini, Pemda Lombok Barat belum melakukan dropping bantuan alat berat untuk penimbunan tanah amblas di Sungai Tibu.

“Saya tidak pernah lihat hadir. Hampir dua minggu ini hanya dikerjakan dari pihak BWS saja,” kata Humaidi.

Kurangnya alat berat tersebut kata dia, memperlambat penanganan banjir di Desa Labuhan Tereng. Untuk itu kata Humaidi, pihaknya meminta agar Pemda Lombok Barat segera menyuplai dua alat berat untuk mengatasi banjir di wilayahnya.

“Alat Berat dari BWS kan kecil. Jadi kita minta penambahan dua minimal alat berat,” jelasnya.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat dari Fraksi PKS, Abu Bakar menyoal lemahnya penanganan banjir di Desa Labuhan Tereng Kecamatan Lembar.

“Kita memang apresiasi apapun yang diberikan Pemerintah. Tapi penanganan ini butuh solusi jangka pendek dan jangka panjang,” kata Abu, Minggu (7/3/2021).

Jangan sampai lanjut Abu, amblasnya Sungai Tibu menjadi masalah berkelanjutan di Desa Labuhan Tereng.

“Masyarakat tidak hanya minta bantuan namun juga meminta efektivitas pengerjaan pasca banjir,” katanya.

Untuk itu kata Abu, Pemda Lombok Barat harus mempertimbangkan pengerjaan amblasnya sungai Tibu yang merendam rumah warga.

“Saya harap Pemda bisa memberikan solusi agar talud ini segera selesai. Dan, mudahan-mudahan atas kejadian ini, Tuhan mengetuk hati pemerintah,” pungkas Abu.(Vik)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten