in

NTB siap masuki kemarau, ketahui dampak musim peralihan

Ket: Infografis wilayah terpapar kemarau di NTB (sumber: BMKG, 21/4/2021).

kicknews.today – Meskipun sejumlah wilayah di Indonesia masih banyak mengalami cuaca hujan dengan intensitas tinggi, namun di NTB akan mulai memasuki musim kemarau. Berdasarkan informasi kondisi terkini iklim NTB dari pantauan BMKG, curah hujan di NTB pada dasarian II April 2021 secara umum berada pada kategori rendah (0 – 50 mm per dasarian), hanya sebagian wilayah berada pada kategori menengah (51 – 150 mm per dasarian).

Sebaran curah hujan kategori rendah secara umum tersebar hampir di seluruh wilayah Provinsi NTB. Curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Sambik Bangkol di Kabupaten Lombok Utara, dengan jumlah curah hujan mencapai 161 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian II April 2021 di wilayah NTB secara umum Bawah Normal (BN), namun ada beberapa wilayah yang mengalami sifat hujan Atas Normal (AN) yakni Pulau Lombok Bagian Barat dan Pulau Sumbawa bagian Barat.

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) umumnya dalam dalam kategori sangat pendek (1 – 5 hari) bahkan dibeberapa wilayah masih terjadi hujan hingga tanggal updating. Namun ada beberapa wilayah sudah terpantau mengalami HTH dengan kriteria pendek (6 – 10 hari) hingga menengah (11 – 20 hari). HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Soromandi, Kabupaten Bima dan Pos Hujan Pekat, Kabupaten Dompu sepanjang 15 hari.

Sementara kondisi atmosfer, angin timuran secara umum mendominasi wilayah Indonesia, termasuk NTB. Pergerakan MJO saat ini terpantau  tidak aktif di Benua Maritim. Anomali OLR menunjukkan kondisi cukup kering pada pertengahan April dan diprediksi wilayah Indonesia akan mengalami daerah subsiden (kering) hingga akhir April 2021. Oleh karena itu, potensi penurunan curah hujan pada akhir April 2021 cukup besar.

Peluang curah hujan pada dasarian III April 2021, diprakirakan terdapat peluang curah hujan >20 mm/dasarian sebesar 40 – 60% yang merata hampir di seluruh wilayah NTB. Sedangkan peluang curah hujan  >50 mm/dasarian sebesar 10 – 20% yang terjadi di beberapa wilayah NTB, yakni  Lombok Timur bagian utara, Lombok Barat bagian selatan, Sumbawa Barat bagian timur, Sumbawa bagian barat, Sebagian Dompu dan Bima.

Adapun dampak yang akan dialami dari periode peralihan ini, masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang serta gelombang tinggi. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi BMKG terlebih dahulu sebelum beraktivitas. (red)

Editor: Annisa

Laporkan Konten