in

NTB Kemarau, waspada kekeringan beberapa wilayah

Infografis iklim terkini, musim kemarau, BMKG wilayah Nusa Tenggara Barat (1/5/2021).

kicknews.today – Cuaca ekstrem masih melanda seluruh wilayah nusantara, mulai daru hujan lebat, angin kencang, panas, dan gelombang tinggi. Berdasarkan informasi BMKG mengenai kondisi iklim terkini Nusa Tenggara Barat diperkirakan sudah memasuki musim kemarau (30/4).

Di mana curah hujan di seluruh wilayah NTB pada dasarian III April 2021 berada pada kategori rendah (0 – 50 mm per dasarian.  Curah Hujan tertinggi terjadi di wilayah Darek di Kabupaten Lombok Tengah, dengan jumlah curah hujan sebesar 21 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian III April 2021 di seluruh wilayah NTB berada pada katagori Bawah Normal (BN).

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) umumnya dalam kategori menengah  (11 – 20 hari). Namun ada beberapa wilayah sudah terpantau mengalami HTH dengan kriteria panjang (21 – 30)  hingga sangat panjang (31 – 60 hari). HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur yaitu sepanjang 41 hari.

Monitoring Musim Kemarau 2021 pada dasarian III April 2021 menunjukkan beberapa wilayah di Prov. Nusa Tenggara Barat yang sudah memasuki musim kemarau yaitu (Kab. Lombok Barat) Gerung, (Kab. Lombok Tengah) Batukliang, Stamet BIL, Batu Nyala, Mujur, (Kab. Lombok Timur) Pringgabaya, Perigi, Swela, (Kab. Lombok Utara) Tanjung, dan (Kab. Sumbawa) Moyo Utara, Moyohilir, Terano.

Sementara informasi kondisi dinamika atmosfer, indeks ENSO saat ini berada dalam kriteria Normal dan diprediksi tetap terjadi setidaknya hingga bulan November 2021. Indeks Dipole Mode saat ini berada pada kategori Netral dan diprediksi akan tetap Netral hingga Oktober 2021. Saat ini, angin timuran secara umum mendominasi wilayah Indonesia, termasuk NTB. Pergerakan MJO saat ini terpantau  tidak aktif di Benua Maritim. Anomali OLR menunjukkan di wilayah NTB mengalami daerah subsiden hingga Mei 2021. Oleh karena itu, potensi penurunan curah hujan pada bulan Mei 2021 cukup besar.

Meski musim kemarau akan sangat panas, namun diperkirakan hujan ringan masih terjadi dengan intensitas rendah. Berdasarkan penjelasan BMKG, peluang curah hujan dasarian pertama (I) Mei 2021, diprakirakan terdapat peluang curah hujan >20 mm/dasarian sebesar 30 – 60% yang merata hampir di seluruh wilayah NTB. Sedangkan peluang curah hujan  >50 mm/dasarian sebesar 10 – 20% yang terjadi di beberapa wilayah NTB, yakni  Lombok Timur bagian utara, Lombok Barat bagian selatan, Mataram,  Sumbawa Barat, Sumbawa bagian timur, Sebagian Dompu dan Bima.

Adapun beberapa dampak yang akan terjadi di awal musim kemarau ini, masyarakat diimbau agar lebih bijak menggunakan air bersih. Namun masyarakat juga tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem yang bersifal lokal. Masyarakat diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi BMKG terlebih dahulu sebelum beraktivitas. (red)

Editor: Annisa

Laporkan Konten