in

Masuki musim hujan, Warga NTB waspadai Bencana Angin Kencang dan Banjir

kicknews.today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi Lombok Barat mengeluarkan hasil analisis perubahan musim tahun 2020.

Forecaster on duty Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana menjelaskan, curah hujan di NTB dasarian III bulan Oktober 2020 masih pada kategori yang bervariasi.

Kata Nindya, curah hujan pada Oktober 2020 masih di posisi rendah antara 0–50 mm per dasarian hingga menengah antara 51–150 mm perdasarian yang tersebar merata di seluruh wilayah NTB.

“Terdapat pula curah hujan kategori Sangat Tinggi di sebagian kecil wilayah Lombok dan Bima. Curah hujan tertinggi tercatat di pos hujan Narmada, Kabupaten Lombok Barat sebesar 273 mm/dasarian,” katanya, Kamis (5/11).

Ia menyebut, sifat hujan pada dasarian III di bulan Oktober 2020 untuk wilayah NTB didominasi sifat Atas Normal (AN). Meskipun demikian ada beberapa wilayah yang mengalami sifat hujan Bawah Normal (BN). Yaitu di Pulau Lombok bagian utara dan timur, Sumbawa bagian utara, serta Bima bagian timur.

“Untuk monitoring hari tanpa hujan berturut–turut (HTH). Masih ada beberapa wilayah yang masuk dalam kategori HTH panjang (21 – 30 hari) pada tanggal updating. HTH terpanjang terpantau di pos hujan di Soromandi Kabupaten Bima dan Suela di Kabupaten Lombok Timur sepanjang 21 hari,” jelasnya.

Sejauh ini, memasuki musim hujan, indeks ENSO telah melewati batas kriteria La Nina sudah berlangsung selama delapan dasarian terakhir. “Peluang untuk berlanjut dan menuju La Nina Moderat hingga Maret-April-Mei 2021,” katanya.

Pun, pada dasarian I November 2020, peluang curah hujan dengan kategori > 20mm dasarian terjadi di hampir seluruh wilayah NTB. Untuk peluang curah hujan >50mm per dasarian sebesar 20 % hingga 60% di sebagian wilayah Kabupaten Lombok Timur bagian utara, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa Barat bagian Utara dan sebagian kecil kabupaten Bima.

“Awal musim hujan di NTB, masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya perubahan cuaca secara tiba–tiba seperti adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir,” jelasnya.

Selain itu, warga juga patut mewaspadai angin kencang serta air kiriman yang menyebabkan banjir, tanah longsor, genangan air dan pohon tumbang. (Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad viqi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Pemilihan 16 Kades di Lombok Tengah masih belum jelas

Kawanan Pencuri Motor Polisi di Lombok Timur ditangkap