in

Hari ini Hujan, BMKG prediksi NTB dilanda Angin Kencang sampai hari Minggu

Angin Kencang di Pesisir Pantai Wilayah Ampenan

kicknews.today – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, hujan deras disertai angin kencang di Mataram diprediksi masih terjadi hingga lima hari ke depan sampai hari Minggu.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, secara umum wilayah di Nusa Tenggara Barat di prediksi masih terjadi hujan deras disertai angin kencang hingga lima hari ke depan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Rabu (24/2).

Pernyataan itu disampaikan terkait kembali terjadinya hujan deras disertai angin yang berlangsung lama melanda Kota Mataram dalam tiga hari terakhir ini. Padahal, sepekan sebelumnya cuaca sudah sangat bersahabat.

Terkait dengan itu, sambung Mahfuddin, wilayah NTB termasuk Kota Mataram masih dalam posisi waspada siaga bencana alam, seperti angin puting beliung, banjir dan longsor.

Di Mataram, hujan deras yang lama dan angin kencang pada beberapa hari ini, berdampak pada tiga pohon tumbang di tiga lokasi berbeda. Yakni di depan Makam Loang Baloq, simpang empat Jalan Bung Karno dan Jalan Gajah Mada.

“Untuk pohon tumbang di Jalan Gajah Mada Pagesangan, menimpa satu mobil dan saat ini masih kami lakukan asesmen terhadap kerugiannya,” katanya.

Sementara dampak terhadap genangan, katanya, sejauh ini belum ada titik genangan yang berdampak signifikan. Pasalnya, genangan yang terjadi seperti di Karang Buaye Pagutan, Jalan Pemuda Gomong, Jalan Airlangga rata-rata terjadi akibat curah hujan tinggi sehingga tidak bisa tertampung oleh kapasitas saluran.

Begitu juga hunian sementara (huntara) nelayan Bintaro sempat terjadi genangan. “Tinggi genangan rata-rata 20 sentimeter, dan biasanya maksimal 2 jam sudah kering sehingga potensi terjadi banjir sangat kecil,” ujarnya.

Namun demikian, Mahfuddin tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca saat ini, yang tiba-tiba hujan deras dan angin kencang kendati pagi atau siangnya cerah.

“Untuk menghindari terjadinya risiko bencana, sebaiknya masyarakat tetap di rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak,” ujarnya. (ant)

Editor: Dani

Laporkan Konten