in

BTNGR blacklist 1.906 pendaki, salah satunya penulis, Fiersa Besari

kicknews.today – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) merilis daftar nama pendaki yang diblacklist dari pendakian Gunung Rinjani. Dari 1.906 pendaki yang diblacklis, salah satu di antaranya ialah pendaki yang juga penulis buku Arah Langkah, Fiersa Besari.

Kepala BTNGR Dedy Asriady mengatakan, ribuan pendaki diberikan sanksi berat atau diblacklist akibat tidak menaati SOP (standar operasional prosedur) pendakian yang telah ditetapkan selama masa pandemi. Dari semua pendaki yang diblacklist kata Dedy karena melakukan overtime pendakian.

“Ini merupakan sanksi sebagai efek jera bagi mereka. Sesuai SOP kita blacklist selama dua tahun,” kata Dedy yang dikonfirmasi, Selasa (3/11) malam tadi.

Padahal ujar Dedy, selama dibukanya pendakian di Gunung Rinjani di masa pandemi, waktu pendakian di Gunung Rinjani ialah dua hari satu malam. Dari 1.906 pendaki yang diblacklist. Mereka tidak mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh BTNGR.

“Tujuannya kan untuk memperketat SOP pendakian selama masa pandemi. Tindakan ini kita berikan untuk efek jera,” ucapnya.

Selain itu, dari sekian banyaknya pendaki yang di blacklist, didominasi oleh pendaki lokal. Selain melanggar SOP waktu pendakian, pendaki juga tidak melakukan check out terlebih dahulu saat turun dari Gunung Rinjani.

“Selain itu tidak membawa sampah mereka saat turun dari Gunung Rinjani. Padahal kan kita sudah buat ketentuan,” tegasnya.

Diakatakannya, dari SOP yang diberlakukan pihak BTNGR, check in dan check out harus di jalur yang resmi. “Ada empat jalur pendakian resmi yang dibuka pihak BTNGR, yaitu Sembalun, Senaru, Aik Berik, dan Timbanuh. Para pendaki diwajibkan untuk check in dan check out pada empat jalur resmi tersebut,” ujar Dedy.

Terpisah, dalam video IGTV akun isntagram pribadinya yang berdurasi 4 menit 31 detik, Fiersa Besari menerangkan bahwa ia bersama tim pendakiannya meminta maaf atas hukuman yang diberikan pihak BTNGR.

Fiersa mengaku bahwa dirinya memang overtime saat mendaki di Gunung Rinjani, pada 11 Oktober 2020 lalu.

Diterangkan, dalam video IGTV yang diunggah, Selasa (3/11) malam pukul 20.00 Wita. Fiersa mengaku bahwa dirinya mengambil waktu pendakian selama empat hari selama berada di Gunung Rinjani dikarenakan cuaca buruk. “Angin waktu itu cukup kencang. Sehingga kami tidak melanjutkan pendakian ke puncak,” katanya.

“Saya memang salah. Padahal saya sudah bocking untuk pendakian ke dua. Karena overtime pada pendakian pertama. Jadi saya tetap diblacklist,” ujar pria asal Jakarta tersebut.

Ia pun meminta maaf atas hukuman yang diberikan dirinya bersama tim pendakiannya. “Saya minta maaf kepada semua pendaki. Hukuman yang menimpa saya ini tidak patut dicontoh. Saya siap dihujat atas hukuman ini,” pungkas Fiersa.(Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad viqi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Maling uang hasil dagangan, Remaja di Bima dibekuk Polisi

Terapkan Protokol Covid, Remaja Babussalam Lombok Barat rayakan Maulid Nabi