in

Aktivitas gempa bumi di NTB kembali meningkat sepekan terakhir

Ilustrasi--Seismograf, pengukur dan pencatat getaran akibat gempa bumi.
Ilustrasi--Seismograf, pengukur dan pencatat getaran akibat gempa bumi.

kicknews.today – BMKG mencatat 121 gempa bumi terjadi selama satu pekan terakhir atau Minggu ketiga November 2022. Jumlah itu meningkat dibanding pada pekan kedua November yakni, 110 kejadian. Dari 121 kejadian tersebut tidak terdapat kejadian gempa bumi yang dirasakan di wilayah NTB.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi, S.Si mengatakan, analisa gempa bumi di wilayah NTB dan sekitarnya Minggu kedua November dari tanggal 11-18 dikelompokkan menjadi 4 bagian. Yaitu gempa bumi berdasarkan magnitudo, frekuensi kejadian, kedalaman tiap kejadian gempa bumi dan dominasi sumber gempabumi.

Berdasarkan grafik frekuensi kejadian gempa bumi Minggu ketiga November terlihat kejadian gempa bumi terbanyak pada tanggal 15 November 2022 sebanyak 23 Kejadian.

Berdasarkan besar magnitudonya gempa dengan M < 3 sebanyak 91 kejadian, gempa dengan 3 ≤ M < 5 sebanyak 30 kejadian dan tidak ada kejadian untuk gempa dengan M ≥ 5.

“Pada 15 November 2022 mendominasi kejadian gempa bumi di Minggu ketiga November dengan jumlah 18 kejadian pada rentang M < 3,” jelas Ardhi, Jumat (18/11).

Sementara, berdasarkan kedalaman gempa bumi dengan kedalaman < 60 kilometer sebanyak 98 kejadian, gempa bumi dengan 60 kilometer ≤ D ≤ 300 kilometer sebanyak 23 gempa bumi dan tidak terdapat kejadian gempa bumi dengan kedalaman > 300 kilometer.

Berdasarkan kondisi seismisitas wilayah NTB dan sekitarnya Minggu ketiga November, aktivitas gempa bumi didominasi di daerah sumber gempa bumi Sesar Geser Selat Lombok, Sesar Lokal Sumbawa Barat dan Back arc Thrust Utara Bima dan Dompu.

“Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” harap Ardhi. (jr)

Editor: Juwair Saddam

Laporkan Konten