in

48 Desa di Lombok Tengah akan dibebaskan dari BAB sembarangan

Ilustrasi BAB di sungai

kicknews.today – Ada 48 Desa di Lombok Tengah sedang berjuang keluar dari kebiasaan warga Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai melakukan kegiatan pra verifikasi di 48 Desa dalam rangka menyongsong Kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari di Aula Bappeda Loteng itu bertujuan untuk memetakan jumlah warga di 48 desa yang belum mengakses sanitasi dan air bersih.

Kabid Fisik Bappeda Loteng, Lalu Wiranata SIP., MA mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Bupati Lombok Tengah untuk menyambut target Bupati untuk menjadikan Kabupaten Lombok tengah menjadi Kabupaten ODF tahun 2021.

Data ini nantinya dijadikan sebagai acuan Pemerintah Desa yang belum ODF untuk menganggarkan fasilitas sanitasi di APBDes perubahan tahun ini.

“Data ini nanti akan jadi acuan dalam penyusunan program bebas ODF itu,” ujarnya kepada wartawan selesai memberikan materi dalam acara tersebut, Rabu (30/6).

Namun demikian, semua Pemerintah Desa yang tersebar di 48 desa berharap ada support dari Dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, DPMD, Dinas Kesehatan, dan Perusahaan Swasta melalui dana CSR terutama desa-desa yang lingkar KEK.

“Semua pihak kita harapkan bisa bersatu dan berkomitmen dalam mensukseskan program beban ODF ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Penujak, Suharto mengatakan, Pada dasarnya pemerintah Desa siap untuk menjadikan desanya sebagai desa ODF, namun demikian untuk mempercepat pemenuhan akses sanitasi bagi warga perlu ada support dari OPD yang lain mengingat kami memiliki banyak program lain yang juga harus diselesaikan.

“Kami butuh dukungan dari semua OPD yang terkait. Pada intinya kami siap wujudkan Desa bebas ODF,” pungkasnya. (Ade)

Editor: Nurul

Laporkan Konten