in

SedihSedih LucuLucu MarahMarah SukaSuka KerenKeren KagetKaget

427 Pohon ditebang, ruas jalan di Mataram semakin panas

Salah satu pohon yang ditebang di ruas jalan Pendidikan Kota Mataram

kicknews.today – Sebanyak 427 pohon dari berbagai jenis dan usia ditebang di sepanjang tiga ruas jalan di kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB.

Penebangan pohon tersebut dilakukan pihak Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB untuk pelebaran jalan di wilayah Jalan Pendidikan, Catur Warga, dan wilayah Monjok Taliwang.

Penebangan pohon itu pun dikeluhkan beberapa warga yang melintas. Dikarenakan, kondisi tiga ruas jalan di Mataram dirasa semakin panas akibat penebangan pohon secara massal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nazarudin Fikri mengatakan, penebangan pohon di Mataram dilakukan mulai Januari tahu lalu hingga April 2021.

Hal itu dilakukan, kata Fikri, untuk pembangunan tender pelebaran jalan di tiga ruas wilayah Kota Mataram.

“Kami di DLH memang hanya mendrop bantuan untuk penebangan saja,” katanya, Kamis (8/4).

Bersama Dinas Perkim dan DLH Provinsi maupun Kota, kata Fikri, pihaknya hanya membantu proses penebangan pohon di tiga ruas jalan di Kota Mataram.

“Jadi, DLH dan Perkim Kota Mataram hanya membantu memotong saja,” katanya.

Nanti, kata Fikri, ruas jalan tersebut bakal didesain sesuai tender yang telah disepakati pihak Provinsi NTB.

“Jadi satu sama gambar dengan di Provinsi NTB,” katanya.

Selain itu, usai penebangan pohon dan perbaikan jalan, pihak DLH Kota Mataram bakal menanam kembali jenis pohon baru di tiga wilayah tersebut.

“Nanti, jenis pohon apa yang akan ditanami kita minta juga tanggapan dari pak Wali. Sebisa mungkin pohon mana yang paling ramah sama trotoar,” katanya.

Ia pun mengaku, pemotongan pohon di Mataram sejauh ini belum usai. Pihaknya, kata Fikri, hanya menampung batang pohon yang telah ditebang di kantor DLH Kota Mataram.

“Pemotongan ini harus segera selesai. Karena tender pelebaran jalan akan segera dikerjakan. Yang jelas kami hanya menampung aset kayu di kantor,” ucap dia. (vik)

Editor: Dani

Adukan konten