Kurma jadi komoditas unggulan baru Lombok Utara

Salah satu pohon kurma yang ada di Lombok Utara. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara mulai menyiapkan langkah serius untuk mengembangkan komoditas kurma sebagai potensi unggulan daerah. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), pemerintah daerah menyusun roadmap atau peta jalan pengembangan kurma menuju sentra kurma nasional pada Kamis (26/03/2026) lalu.

Penyusunan roadmap tersebut dilakukan dengan menggandeng akademisi dari Universitas Indonesia (UI) guna memastikan program pengembangan kurma berjalan secara terencana, ilmiah, dan berkelanjutan.

Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi, mengatakan penyusunan peta jalan ini menjadi langkah awal yang penting agar pengembangan kurma di Lombok Utara tidak dilakukan secara sporadis, melainkan berbasis perencanaan yang jelas.

“Kami tidak ingin pengembangan kurma ini dilakukan asal-asalan. Harus terencana secara sistematis. Langkah pertama kami adalah menyusun roadmap, dan pihak UI sudah menyatakan kesediaannya untuk menyusun peta jalan pengembangan kurma di KLU,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).

Menurutnya, Lombok Utara memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman kurma, terutama dengan ketersediaan lahan kering yang cukup luas. Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat sekitar 9.000 hektare lahan kering yang tersebar di seluruh kecamatan dan dinilai sangat potensial untuk pengembangan komoditas tersebut.

“Potensi kurma ini cukup tinggi, termasuk dengan adanya lahan-lahan kering. Apalagi kalau dikembangkan secara maksimal tentu akan sangat luar biasa. Mudah-mudahan kita bisa kembangkan kurma di Kabupaten Lombok Utara,” katanya.

Meski memiliki potensi besar, Tresnahadi mengakui pengembangan kurma tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, terutama dalam hal pendanaan dan kebijakan strategis. Hal itu mengingat keterbatasan fiskal daerah dalam mengembangkan program berskala besar.

Dia menyebutkan, Bupati Lombok Utara dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Pertanian serta Menteri Haji dan Umrah untuk memaparkan potensi pengembangan kurma di daerah tersebut.

“Bupati KLU sangat ingin segera bertemu Menteri Pertanian. Selain itu, dukungan juga datang dari Menteri Haji dan Umrah yang sebelumnya sudah meninjau langsung lahan kurma kita di Desa Jugil. Beliau sangat mengapresiasi dan berkomitmen mendukung pengembangan ini,” terangnya.

Pemkab Lombok Utara menargetkan kurma dapat menjadi komoditas unggulan baru yang tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ke depan, kurma dari Lombok Utara bahkan diharapkan mampu menjadi produk oleh-oleh bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

“Menteri Haji berharap KLU bisa menjadi sentra kurma di Indonesia. Nantinya kurma kita diharapkan bisa menjadi sumber oleh-oleh bagi jamaah haji dan umrah. Dengan potensi lahan kering yang kita miliki, jika dikembangkan secara maksimal, hasilnya akan sangat baik bagi ekonomi daerah,” tutup Tresnahadi. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI