KPU ungkap kendala Coklit di Mataram 

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today – Proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih sampai saat ini masih berproses di Kota Mataram dan ditemukan adanya puluhan pemilih yang sudah meninggal terdata di dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram, Edy Putrawan mengatakan selain data pemilih yang meninggal terdapat juga temuan banyaknya warga Kota Mataram yang tidak tinggal di alamat yang tertera.

“Coklit di Kota Mataram masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana banyak pemilih yang tidak tinggal di alamat yang tertera dalam data. Banyak yang beralamat di Mataram, tapi tidak tinggal di situ,” terang Edy, Rabu (17/7/2024).

Lanjut Edy, kondisi kebanyakan ditemukan di warga yang tinggal di BTN. Apalagi kata dia, BTN di Kota Mataram banyak yang tidak berpenghuni. Kalaupun berpenghuni, BTN itu dikontrakan. 

Dijelaskannya, jumlah warga di Kota Mataram berdasarkan data sangat banyak, namun secara faktual tidak sebanyak data yang ada.

“Warga yang tinggal di perbatasan Coklitnya akan disesuaikan dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Jika KTP Lombok Barat nanti yang dari Lombok Barat yang melakukan Coklit,” katanya.

Dikatakan Edy, hal tersebut yang menjadi salah satu kendala para Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di Kota Mataram. Banyak warga mengeluh tidak dicoklit, padahal tidak tinggal di alamat yang tertera.

“Bagaimana mau dicoklit orang dia tidak tinggal di sana. Ini sudah salah satu kendala bagi kita saat proses Coklit,” katanya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI