kicknews.today – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima menetapkan jumlah pemilih terbaru sebanyak 118.800 orang dalam Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Matupa, Mataho, Maraso tersebut menunjukkan adanya penambahan 1.040 pemilih dibandingkan hasil pleno Triwulan IV Tahun 2025 yang tercatat sebanyak 117.760 pemilih.

Ketua KPU Kota Bima, Suaeb, menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan hasil dari proses pemutakhiran data yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Berdasarkan hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026, KPU Kota Bima menetapkan 118.800 pemilih,” ujarnya saat mengetuk palu sidang.
Ia menjelaskan, sebelum rapat pleno digelar, KPU telah melakukan berbagai tahapan pemutakhiran, mulai dari Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas), penyandingan data melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), hingga koordinasi lintas instansi.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam koordinasi tersebut antara lain Bawaslu Kota Bima, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Polres Bima Kota, Kodim 1608 Bima, Rutan Kelas IIB Raba Bima, serta Kementerian Agama.
“Jumlah ini merupakan hasil dari proses pemutakhiran data yang dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif,” tegasnya.
Rapat pleno ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder penting, termasuk unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, dari total 41 kelurahan di Kota Bima, jumlah pemilih laki-laki tercatat sebanyak 57.757 orang, sedangkan pemilih perempuan sebanyak 61.043 orang, sehingga total keseluruhan mencapai 118.800 pemilih.
Melalui rapat pleno ini, KPU Kota Bima menegaskan komitmennya untuk menghadirkan data pemilih yang mutakhir, akurat, dan berkelanjutan sebagai fondasi dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan demokratis.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Hasil yang ditetapkan hari ini merupakan bentuk kerja keras bersama serta koordinasi dalam memastikan data pemilih yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Suaeb. (jr)




