kicknews.today – Empat tahun berpisah dari panggung konser, musisi legendaris Iwan Fals kembali tampil untuk mengobati rindu para penggemarnya.
Konser ini merupakan selebrasi ulang tahun Sang Musisi Legendaris yang ke-61 bertepatan dengan diumumkannya kenaikan harga BBM oleh Presiden Jokowi.

“Ini adalah seruan kebaikan, seruan kesejahteraan, keselamatan, kebahagiaan lahir batin, InsyaAllah,” kata Iwan Fals memulai konsernya.
Di tempat berbeda, Iwan Fals menceritakan kisah anak bungsunya Raya Rambu Rabbani yang tampil menjadi salah satu personel band pengiring konser “Bertalu Rindu ‘Cinta'”.
“Semua bermula dari pandemi. Saat pandemi saya main sama Yos (Rossana Listanto), sama Raya buat streaming. Raya main bass, Yos perkusi,” ujar Iwan Fals dalam jumpa pers setelah konser “Bertalu Rindu ‘Cinta'” di Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/9) malam.
Raya sendiri, kata Iwan, sejak lulus SMA sudah memutuskan untuk serius menekuni dunia musik. Iwan mengaku senang atas pilihan anaknya itu.
Dia dan sang istri, Yos pun mendukung penuh keputusan anak bungsunya itu untuk menjadi seorang musisi.
Di tengah pandemi, kegiatan bermusik Iwan dan Raya banyak dihabiskan di rumah mereka, bersama dengan personel band pengiring lainnya, yakni Ardy Sikki (Bass), Sugarda Wijaya Amiarsa (Gitar, Perkusi dan Keyboard), Otta Tarrega (Keyboard dan Synth), Zulqi Ramadhan (Gitar).
Hingga akhirnya, saat Iwan Fals menggelar konser untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-61, Sabtu (3/9), Raya dipercaya menjadi penabuh drum untuk band pengiring dengan format nama ” Iwan Fals dan Band” tersebut.
Iwan mengatakan, ke depan dia akan membebaskan Raya untuk memilih karir bermusiknya, apakah tetap menjadi band pengiringnya atau membentuk grup band sendiri.
“Enggak tahu dia nanti mau berkembang seperti apa, apa mau punya grup sendiri, atau iringin saya, itu terserah dia, idealnya saja. Saya dukung saja,” kata Iwan.
Raya sendiri mengaku senang bisa menjadi salah satu personel band pengiring untuk konser Ayahnya. “perasaan saya senang banget,” ujarnya.
Dari 16 lagu yang dibawakan, sebagian merupakan lagu-lagu “langka” yang jarang dinyanyikan sang legenda.
Seperti lagu “11 Juli 1996”, “Di Ujung Abad”, dan “Untuk Para Pengabdi” yang berasal dari album Suara Hati yang dirilis pada 2002. (ant – red)


