in

Bersama Melawan COVID-19 Varian Omicron

Sejak akhir 2019 hingga saat ini, dunia dihadapkan dengan Pandemi Covid-19. Keadaan yang tidak menentu, mengancam, bahkan mematikan tentu menyebabkan kelelahan fisik dan mental bagi siapa saja, dari lini kehidupan mana saja. Namun perlu diingat, hingga kini, pandemi belum berakhir. Fluktuasi kasus kerap terjadi. Gelombang-gelombang lonjakan masif angka konfirmasi positif covid-19 belum bisa terelakkan. Berbagai varian virus pun terus bermunculan, dari alfa, beta, gamma, delta, dan hingga yang terbaru omicron.

Indonesia sempat melalui gelombang hebat di bulan Juni-Agustus 2021 oleh sebaran covid-19 varian delta. Rumah sakit kolaps, tenaga kesehatan berguguran, obat-obatan terbatas, oksigen langka, sedangkan angka kesakitan dan kematian terus melonjak. Apakah kita siap jika itu harus terulang? Tentu tidak.

Sejak awal Januari ini, Indonesia dihadapkan dengan covid-19 varian omicron yang angka penyebarannya sangat tinggi. Varian ini diketahui memiliki kemampuan penularan lebih cepat dibanding dengan varian-varian sebelumnya. Penularan terjadi memlalui droplets atau percikan ludah (saat berbicara, batuk, atau bersin) yang masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut, atau jika tangan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh bagian wajah tersebut.

Gejala yang ditimbulkan dari varian ini dilaporkan berupa nyeri tenggorokan (25%), demam (20%), sakit kepala (15%), batuk (12,5%), pilek (10%), nyeri badan (5%), kelelahan (2,5%), dan anosmia (2,5%). Apa yang harus dilakukan jika mulai merasakan gejala-gejala ini? Segerakanlah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat serta meminimalkan penyebaran penyakit jika memang didapatkan hasil positif.

Dari penelitian, diketahui gejala covid-19 varian omicron ini terbilang cukup ringan. Pengobatannya pun hampir bersifat simptomatik / menangani berdasarkan gejala, meski kadang juga perlu dilengkapi dengan antivirus atau obat-obatan lainnya menurut pertimbangan dokter, sehingga untuk penanganan pasien bisa dilakukan di rumah masing masing (isolasi mandiri di rumah).

Lantas, apa yang bisa dilakukan saat isolasi mandiri di rumah?

1) Tentukanlah satu anggota keluarga yang dipercaya uantuk merawat pasien. Diharapkan yang bertugas merawat adalah orang yang tidak memiliki faktor risiko tinggi / penyakit penyerta, dan tidak sering kontak dengan orang di luar rumah.

2) Siapkan ruangan terpisah atau ruangan tersendiri untuk orang yang terinfeksi covid-19.

3) Bukalah jendela rumah agar meningkatkan ventilasi dan sirkulasi udara segar meningkat.

4) Tidak mengizinkan tamu berkunjung agar mencegah penularan.

5) Semua orang di dalam rumah harus menggunakan masker.

6) Rajin mencuci tangan dengan air bersih, mengalir, dan sabun.

7) Bersihkan dan disinfeksi secara rutin permukaan benda yang sering disentuh.

8) Siapkan hidangan makanan yang terpisah untuk setiap anggota rumah.

9) Orang yang terinfeksi covid-19 harus banyak beristirahat, minum dan makan yang baik dan bergizi, dan minum obat sesuai anjuran dokter.

10) Pantau gejala pasien terkonfirmasi covid dengan teratur. Segera hubungi dokter apabila mengalami perberatan gejala berupa: kesulitan bernapas, sakit dada, kebingungan atau penurunan kesadaran, atau tidak dapat bergerak/berbicara.

Meskipun terbilang ringan dan angka kesembuhan cukup tinggi, namun jangan sampai lengah. Penyebaran yang sangat masif akan sangat membahayakan jika tidak dibendung. Kita harus mampu menahan diri untuk patuh protokol kesehatan demi menjaga diri kita dan orang lain.

Diketahui ada beberapa titik lengah dalam penularan covid-19 varian omicron yang sering diremehkan, yakni:

1) Di rumah, saat ada kerabat datang bertamu, anak-anak bermain di lingkungan perumahan, saat berbelanja di tukang sayur, atau saat berbincang dengan tetangga tanpa menggunakan masker.

2) Di tempat publik, saat berdesakan di antrean, di dalam lift, makan bersama dengan teman kerja, olah raga di ruang tertutup, dalam angkutan umum, pertemuan di ruang tertutup, atau lupa mengganti masker seharian.

3) Di acara sosial, saat arisan, olah raga, acara pernikahan, piknik, dan lain lain.
Pandemi adalah masalah kita bersama.

Alarm kewaspadaan bagi setiap orang harus kembali diaktifkan. Kiat pencegahan penyebaran covid-19 harus diperketat. Apabila mengalami gejala, segera periksakan diri, konsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter, istirahat yang cukup, makan yang bergizi, dan segera isolasi diri agar menghindari penyebaran virus yang lebih luas. Bersama, kita bisa melawan covid-19 varian omicron.

Penulis: Dr. dr. Rohadi Sp.BS (K), FICS, FINPS (Ketua IDI Wilayah NTB), dr. H. I Putu Diatmika Sp.KJ, M.Biomed (Sekretaris I IDI Wilayah NTB) dan dr. Liya Maulidianti S.Ked (Sekretaris II IDI Wilayah NTB)

Editor: Dani

Laporkan Konten