in

Mengenal lebih dekat berbagai spesialisasi Dokter gigi

drg. Luh De Puspita Dewi, Sp. Ort

Dalam dunia kedokteran umum, banyak orang yang sudah mengetahui bahwa profesi dokter dibedakan menjadi dokter umum dan dokter spesialis. Dokter umum mempelajari berbagai ilmu kedokteran dalam kurun waktu masa pendidikan kurang lebih 5 (Lima) tahun, sedangkan dokter spesialis harus menempuh pendidikan lanjut lagi selama beberapa tahun tergantung bidang yang diambilnya.

Demikian juga dalam dunia kedokteran gigi, terdapat dokter gigi umum dan juga dokter gigi spesialis. Ini yang mungkin jarang diketahui banyak orang. Dokter gigi pun memiliki bidang spesialisasi sesuai dengan berbagai macam penyakit dan kelainan dalam rongga mulut. Penanganan penyakit pada gigi dan mulut tidak hanya dilakukan dokter gigi umum saja, untuk kasus yang lebih kompleks serta spesifik, dokter gigi umum akan merujuk kasus-kasus tersebut kepada dokter gigi spesialis.

Sama halnya dengan dokter spesialis, seseorang sebelum menjadi dokter gigi spesialis harus menjalani kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi selama kurang lebih 8 (Delapan) semester untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi atau SKG. Kemudian dilanjutkan dengan kerja praktik sebagai co-ass selama kurang lebih 2 (Dua) tahun, menjalani ujian kompetensi, baru akhirnya menjadi dokter gigi.

Seorang dokter gigi, jika ingin memperdalam suatu kasus penyakit gigi dan mulut, harus menjalani program pendidikan profesi dokter gigi spesialis, di mana tiap bidang spesialisasi kedokteran gigi memiliki lama tahun pendidikan yang berbeda-beda. Selain itu, ada ujian kompetensi juga yang harus dilalui untuk mendapat gelar dokter gigi spesialis.

Ada 8 (Delapan) bidang spesialisasi gigi sesuai dengan keahliannya dalam penanganan kondisi penyakit gigi dan mulut yang lebih spesifik:

1. Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut (Sp.BM)
Dokter gigi spesialis bedah mulut memiliki kompetensi dalam penanganan pencabutan gigi yang sulit. Contohnya, pencabutan gigi bungsu yang terpendam atau disebut dengan impaksi. Selain itu, dokter gigi spesialis bedah mulut juga menangani kasus kista, tumor rongga mulut, implant gigi, perawatan celah langit dan bibir, dan sebagainya.

2. Dokter Gigi Spesialis Ortodonti (Sp.Ort)
Dokter gigi spesialis ortodonti memiliki keahlian khusus untuk merapikan gigi yang tidak teratur, gigi yang maju atau tonggos, gigi yang mengalami gigitan yang tidak baik dengan menggunakan alat berupa kawat gigi, ataupun aligner untuk mencapai fungsi pengunyahan dan estetik yang optimal. Dokter gigi spesialis ortodonti berperan dalam penanganan pertumbuhan dan perkembangan gigi, rahang dan wajah melaui upaya preventif (pencegahan), interseptif (intervensi sejak dini), serta kuratif (penyembuhan secara bedah ataupun non bedah). Pasien yan dirawat oleh dokter gigi spesialis ortodonti adalah pasien anak sampai dewasa.

3. Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi (Sp.KG)
Dokter gigi spesialis konservasi gigi memiliki keahlian dalam penanganan gigi yang berlubang parah dengan prinsip mempertahankan gigi. Selain Itu, dokter gigi spesialis konservasi gigi juga menangani kasus gigi yang membutuhkan veneer, mahkota, perawatan saluran akar gigi, pemutihan gigi interna ataupun eksterna, dan sebagainya.

4. Dokter Gigi Spesialis Prostodonti (Sp.Prost)
Dokter gigi spesialis protodonti memiliki keahlian dalam pembuatan gigi palsu untuk menggantikan gigi yang hilang. Gigi palsu dapat berupa gigi palsu lepasan, cekat, pembuatan obturator pada pasien yang mengalami kehilangan bagian tulang pasca pengambilan tumor pada rahang, serta implant gigi. Selain itu, gangguan pada sendi rahang dapat ditangani oleh dokter gigi spesialis prostodonti.

5. Dokter Gigi Spesialis Periodonti (Sp.Perio)
Dokter gigi spesialis periodonti menangani berbagai masalah pada jaringan pendukung gigi, misalnya pada kasus gingivitis atau radang gusi yang parah, penurunan gusi, gigi goyah, dan sebagainya. Perawatannya dari mulai kuretase hingga bedah periodontal.

6. Dokter Gigi Spesialis Gigi Anak (Sp.KGA)
Dikenal juga dengan spesialis pedodonti. Keahlian yang dimiliki oleh dokter gigi spesialis gigi anak yaitu memonitor dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan gigi sejak dini, melakukan upaya pencegahan masalah gigi anak, misalnya upaya pencegahan gigi berlubang serta menangani masalah gigi pada anak berkebutuhan khusus.

7. Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut (Sp.PM)
Dokter gigi spesialis penyakit mulut berperan dalam deteksi dini, diagnosa berbagai kelainan dalam rongga mulut yang berfokus pada pemeriksaan secara holistik, diagnosa penyakit mulut yang bersifat lokal ataupun manifestasi dari penyakit sistemik yang tampak pada rongga mulut serta merawat bersama dengan dokter spesialis pada pasien dengan kelainan sistemik misalnya pada pasien HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome).

8. Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (Sp.RKG)
Keahlian yang dimiliki dokter gigi spesialis radiologi adalah menganalisis dan menginterpretasi gambaran pada rontgen gigi.

Dalam praktiknya, untuk kasus-kasus tertentu, terkadang perlu kerja sama antara dokter gigi dengan dokter gigi spesialis; antara dokter gigi spesialis satu dengan dokter gigi spesialis lainnya; ataupun antara dokter spesialis dengan dokter gigi spesialis melalui kerja sama interdisiplin maupun multidisiplin. Dokter gigi umum, jika menemukan kasus pada rongga mulut di luar kompetensi yang dimilikinya, akan merujuk kasus tersebut ke dokter gigi spesialis.

Contoh kerjasama lainnya yaitu pada kasus pasien yang menderita celah langit dan bibir disertai dengan kelainan pada posisi gigi-gigi, diperlukan kerja sama multidisiplin antara dokter gigi spesialis bedah mulut ataupun spesialis bedah plastik dengan dokter gigi spesialis ortodonti. Diperlukan juga kerjasama dengan dokter spesialis rehab medik untuk melatih kejelasan bicara pada pasien celah langit dan bibir.

Demikian ulasan mengenai berbagai dokter gigi spesialis. Masyarakat sebaiknya perlu tahu berbagai dokter gigi spesialis, agar dapat memilih dokter gigi yang tepat sesuai jenis kelainan atau penyakit gigi yang diderita. Semoga artikel ini bermanfaat.

Editor: Awen

Laporkan Konten