Tradisi Kalondo Lopi dan Kekuatan Komunal

3 min


219 shares
Perahu Pinisi atau Lambo karya putra Sangiang Bima

Oleh : Ayang Syaifullah

Seperti diberitakan oleh media kicknews.today sebelumnya, Desa Sangiang yang berada di ujung timur Pulau Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Wera Kabupaten Bima, selama ini dikenal sebagai desa pembuat perahu dan kapal tradisional. Pada hari kamis ini (28/5-2020), satu lagi kapal kayu muatan berkapasitas 600 Ton berhasil diluncurkan ke laut. Acara peluncuran kapal yang dihadiri ratusan orang tetsebut dikenal dengan upacara Kalondo Lopi atau ritual peluncuran kapal.

Sebagai putra asli Sangiang dan keluarga pembuat kapal, saya sendiri cukup tertegun bahkan setelah menyaksikan kegiatan ini berkali-kali selama hidup saya. Banyak sekali pelajaran yang dipetik dari kegiatan ini.

Era Revolusi Industri 4.0 dan Seiring berjalannya Perkembangan Teknologi informasi yang semakin dahsyat, nilai-nilai sosial dasar kehidupan manusia cenderung terdegradasi. Kebersamaan dan hidup Gotong royong mulai pudar. Semua sibuk dan tersublim dalam aktivitas pribadi yang begitu padat, sehingga kita jarang menengok tetangga yang sakit, jarang menghadiri Acara-acara Perayaan Sosial Budaya dan menghadiri kegiatan massal lainnya. Padahal kebudayaan Kehidupan bermasyarakat di Indonesia dikenal dengan relasi komunal dan interaksi sosialnya yang sangat kuat sekali. Hal ini dapat terlihat dari kehidupan di Desa-desa.

Nilai komunal adalah nilai yang dianut bersama untuk menggugah kesadaran orang untuk merasa, berpikir dan bertindak secara bersama-sama berdasarkan dorongan hati yang satu kemudian berjumpa dengan dorongan hati yang lain, berdasarkan satu tujuan bersama. Berbeda isi kepala boleh saja tetapi bersatu untuk kepentingan bersama adalah kewajiban. Jika akhir-akhir ini kita memperhatikan kecenderungan orang dalam mensikapi persoalan-persoalan bersama yang menyangkut hajad hidup orang banyak, masihkah kita percaya bahwa kita adalah masyarakat yang membangun budaya berdasarkan nilai-nilai komunal itu ???

Dalam Tradisi Kalondo Lopi kami di Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB, Ikatan Komunal dan Nilai gotong royong Mori Ulu Kento dan Sakaka Angi begitu kuat. Ikatan inilah yang mempersatukan masyarakat untuk mengusung kekuatan solidaritas lokal. Setiap anggota masyarakat, Laki-laki, Perempuan, Tua, Renta, Muda, Anak-anak hadir dan bergembira menyaksikan tradisi agung ini.

Semua bekerja berdasarkan porsi masing-masing. Anak-anak muda menjadi garda terdepan dalam bekerja menangani pekerjaan berat, sementara orang-orang tua memberikan arahan, memberikan panduan dalam bekerja, berdasarkan tradisi turun-temurun dan pengalaman mereka, Dua hari sebelum acara, Ibu-ibu dan Perempuan Muda menyiapkan bahan makanan dan kebutuhan lainnya untuk disajikan pada saat acara berlangsung.

Pada saat acara berlangsung, Anak-anak kecil berseliweran menonton orang-orang dewasa yang bekerja, mereka bukan sekedar menonton saja, melainkan sedang belajar langsung di lapangan. Beberapa tahun kemudian, merekalah yang mengambil alih tongkat estafet itu dan kami yang sedang bekerja sekarang akan menjadi pemandu bagi mereka dikemudian hari.

Kekuatan pengikat dari tradisi ini tentu saja atas asas kepentingan bersama untuk saling tolong-menolong, asas menjaga tradisi kehidupan sosial budaya berdasarkan kesamaan latar belakang dan yang paling utama adalah menjaga harmoni kehidupan.

Entah sudah berapa ratus tahun tradisi Mori Ulu Kento dan Sakaka Angi ini berlangsung ? Yang jelas, jaman boleh berubah, situasi boleh berganti tetapi kami di Sangiang tetap menjaga kebudayaan ini sampai akhir hayat. Ini Identitas kami dan ketika identitas ini hilang maka kami akan terhapus dari peredaran kehidupan.

Pesisir Sangiang Api,
28 Mei 2020

Penulis ialah Putra Sangiang


Like it? Share with your friends!

219 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

0 Comments

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend